Navaswara.com – Alarm ponsel mulai disetel lebih awal, pedagang bahan pangan bersiap menyambut lonjakan pembeli, dan keluarga muslim menata kembali rutinitas harian menjelang bulan suci. Suasana persiapan menyambut Ramadan semakin terasa seiring diumumkannya jadwal imsakiyah untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Berdasarkan jadwal imsakiyah yang beredar untuk wilayah DKI Jakarta, waktu imsak pada hari pertama Ramadan tercatat pukul 04.31 WIB, sementara waktu Subuh dimulai pukul 04.41 WIB. Waktu Magrib sebagai penanda berbuka puasa jatuh pada pukul 18.18 WIB, disusul salat Isya pukul 19.28 WIB.
Data tersebut menjadi acuan masyarakat dalam mengatur waktu sahur, ibadah, hingga aktivitas ekonomi selama bulan Ramadan.
Selain waktu imsak dan Subuh, jadwal juga mencantumkan waktu terbit matahari pukul 05.55 WIB, Duha pukul 06.22 WIB, Zuhur pukul 12.10 WIB, serta Asar pukul 15.20 WIB. Penetapan jadwal imsakiyah biasanya merujuk pada perhitungan astronomi yang disesuaikan dengan posisi matahari dan lokasi geografis masing masing wilayah.
Bagi masyarakat perkotaan seperti Jakarta, jadwal imsakiyah tidak hanya menjadi panduan ibadah, tetapi juga berpengaruh terhadap ritme sosial dan ekonomi. Pelaku usaha kuliner, pedagang pasar tradisional, hingga sektor transportasi menyesuaikan jam operasional untuk mengakomodasi kebutuhan sahur dan berbuka puasa.
Pengamat sosial keagamaan menilai Ramadan sering memicu peningkatan aktivitas ekonomi berbasis komunitas. Warung makan, UMKM kuliner, serta usaha makanan rumahan biasanya mengalami lonjakan permintaan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Di sisi lain, momentum Ramadan juga memperkuat aktivitas sosial masyarakat. Tradisi berbagi makanan, santunan kepada masyarakat prasejahtera, hingga program berbagi takjil menjadi bagian dari dinamika sosial yang tumbuh setiap tahun.
