Navaswara.com –Seniman kontemporer asal Belanda, Vincent Ruijters, menghadirkan pameran tunggal bertajuk “Crimson Gilt” Museum Bahari, Jakarta Utara. Judul “Crimson Gilt” sendiri merujuk pada konsep visual dan filosofi yang ditampilkan di acara yang berlangsung mulai 7 Februari hingga 7 April 2026 ini. Crimson (merah tua) melambangkan darah, gairah, dan penderitaan. Sementara Gilt (sepuhan emas) mewakili kekayaan, kekuasaan, dan lapisan tipis kemewahan yang sering kali menutupi kebenaran yang pahit.
Melalui instalasi-instalasi yang tersebar di ruang pameran, pengunjung diajak untuk melihat bagaimana komoditas seperti rempah-rempah yang dulunya dianggap “emas hitam” telah membentuk lanskap sosial dan politik dunia. Penggunaan material seperti emas imitasi, kain merah, dan elemen-elemen organik lainnya menciptakan atmosfer yang menggetarkan perasaan.
Pemilihan Museum Bahari yang pernah digunakan sebagai gudang penyimpanan rempah milik VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), bukanlah sebuah kebetulan. Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Retno Setiowati mengatakan, pameran ini menampilkan karya seni yang mempresentasikan kapal VOC yang berkaitan erat dengan sejarah maritim Indonesia dan disajikan di tiga negara yakni, Jepang (2025), kemudian saat ini di Jakarta (Indonesia), dan akan berlanjut di Belanda pada September 2026 mendatang.
Karya-karya dalam gelaran “Crimson Gilt” seolah-olah menghantui ruang-ruang di gedung era kolonial ini. Terselip rasa ironi ketika kita melihat simbol-simbol kemewahan bangsa Barat (teknik gilding) bersanding dengan struktur kayu jati tua, wadah yang pernah menyimpan lada dan pala yang dipanen dengan keringat masyarakat lokal.
Berjalan melewati koridor Museum Bahari yang sengaja didesain dengan cahaya remang-remang, pengunjung akan merasakan kontras pada suhu dan pencahayaan yang dramatis. Instalasi yang ditampilkan Vincent Ruijters memanfaatkan cahaya untuk menciptakan bayangan yang mendalam, memperkuat kesan bahwa sejarah bukanlah sesuatu yang datar, melainkan penuh dengan sudut-sudut gelap yang belum diceritakan.
