Navaswara.com – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan dipastikan akan ditutup sementara. Keputusan ini berlaku baik untuk pertandingan maupun kegiatan komersial mulai 20 Februari 2026 mendatang. Langkah ini diambil oleh Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) guna melakukan perawatan intensif dan perbaikan kualitas rumput lapangan menjelang perhelatan FIFA Series 2026 pada akhir Maret mendatang.
Seperti diketahui, masalah tentang kualitas rumput di SUGBK kerap menjadi sorotan publik dalam beberapa ajang terakhir. PSSI melalui Sumardji selaku Ketua Badan Tim Nasional (BTN) telah mengonfirmasi bahwa Indonesia resmi menjadi tuan rumah ajang dua tahunan tersebut. Dengan status tuan rumah, menjaga kualitas Field of Play (FOP) sesuai standar FIFA menjadi kewajiban mutlak demi kenyamanan tim-tim lintas konfederasi yang akan bertanding.
Oleh karena itu, jeda waktu sekitar satu bulan sebelum turnamen dimulai akan dimanfaatkan sepenuhnya. Dalam prosesnya, PPKGBK akan memastikan cengkeraman rumput cukup kuat untuk intensitas pertandingan tinggi dan menghilangkan area bergelombang yang dapat memicu cedera pemain. Selain itu, perbaikan ini juga akan ngembalikan warna hijau pekat dan ketebalan rumput yang ideal.
Sayangnya, konsekuensi dari langkah renovasi ini harus dirasakan oleh beberapa pihak, termasuk klub-klub lokal dan penyelenggara kegiatan non-olahraga yang sebelumnya telah merencanakan agenda di Senayan. Persija Jakarta yang menjadikan SUGBK sebagai kandang utama mereka, terpaksa harus memindahkan lokasi pertandingan kandangnya ke stadion alternatif di luar Jakarta demi mendukung kelancaran proses perbaikan ini.
FIFA Series 2026 di Jakarta sendiri akan diikuti oleh empat negara: Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis. Turnamen ini juga akan menjadi debut resmi bagi pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman.
