Navaswara.com – Berada di jantung kota Semarang, tepatnya Jl. Simongan No. 129, Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Klenteng Sam Po Kong, merupakan salah satu saksi bisu perjalanan sejarah di Tanah Air. Klenteng yang juga dikenal dengan nama Gedung Baru ini menyimpan kisah tentang seorang tokoh besar Tiongkok, yakni Laksamana Cheng Ho.
Sejarah Klenteng Sam Poo Kong bermula pada awal abad ke-15, ketika armada besar Dinasti Ming yang dipimpin oleh Laksamana Zheng He atau Cheng Ho singgah di Semarang sekitar tahun 1405. Cheng Ho, merupakan seorang pelaut Muslim berdarah Tionghoa yang melakukan pelayaran diplomatik ke berbagai wilayah Asia dan Afrika. Dalam salah satu perjalanannya, ia dan awak kapalnya mendarat di kawasan Simongan. Nama “Sam Poo Kong” sendiri berasal dari sebutan Sam Po Tay Djien, gelar kehormatan Cheng Ho dalam tradisi Tionghoa.
Dari sisi arsitektur, Klenteng Sam Poo Kong menampilkan perpaduan gaya Tionghoa dan Jawa. Dominasi warna merah yang melambangkan keberuntungan berpadu dengan ornamen khas Tiongkok, sementara bentuk atap dan tata ruangnya menunjukkan adaptasi dengan lingkungan setempat. Di dalam kompleks ini terdapat beberapa bangunan utama, seperti altar pemujaan Sam Poo Tay Djien, makam juru mudi Wang Jing Hong, serta gua batu yang diyakini sebagai tempat sang Laksamana biasa menghabiskan waktu.
Hal yang membuat Klenteng Sam Poo Kong istimewa adalah nilai toleransi yang turut berkembang seiring waktu bersama rumah ibadah ini. Meski berfungsi sebagai klenteng, tempat ini juga terbuka bagi umat Muslim yang ingin mengenang Cheng Ho sebagai tokoh pemeluk agama Islam yang memiliki pengaruh besar. Tidak jarang kita melihat peziarah datang tanpa sekat identitas, membawa doa dan harapan masing-masing. Di sinilah Klenteng Sam Poo Kong menjadi ruang perjumpaan spiritual yang inklusif.
Dalam perkembangannya, klenteng ini juga menjadi pusat kegiatan budaya dan wisata sejarah. Perayaan seperti Cap Go Meh, ritual doa bersama, hingga festival budaya rutin digelar dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Kehadiran patung besar Cheng Ho di halaman depan klenteng semakin menegaskan perannya sebagai ikon sejarah dan kebudayaan Semarang.
