Navaswara.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, harus memahami secara utuh peran dan tanggung jawabnya sebagai pelayan rakyat. Ia menggarisbawahi masyarakat Indonesia mendambakan kehidupan yang tenteram, harmonis, serta kepemimpinan yang adil, jujur, dan berpihak pada kepentingan publik.
“Mereka berharap pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat semuanya, bukan segelintir orang,” ujar dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menilai, kepercayaan rakyat terhadap pemerintah sangat ditentukan oleh integritas dan orientasi kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa masyarakat tidak menyukai pemimpin yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompoknya.
Prabowo juga menyoroti pentingnya soliditas antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut Rakornas menjadi momentum strategis karena hampir seluruh unsur pemerintahan hadir dalam satu forum.
“Bagi saya ini kesempatan yang baik, karena saya bisa bertatap muka dengan hampir 99 persen pemerintah Republik Indonesia, dari tingkat pusat sampai daerah,” katanya.
Prabowo menambahkan, Indonesia kerap dipersepsikan sebagai the impossible nation, negara besar dengan tantangan kompleks dan beragam. Kondisi tersebut, menurutnya, justru menuntut kepemimpinan yang waspada, memahami realitas sosial, serta berlandaskan pengetahuan sejarah bangsa.
“Kita harus menjadi pemimpin yang mengerti sejarah kita, latar belakang bangsa kita, sejarah Nusantara, dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.
Prabowo mengintakna, berdirinya Indonesia tidak lepas dari pengorbanan besar rakyat di berbagai daerah. Oleh karena itu, seluruh pemimpin memiliki kewajiban moral untuk mengabdi sepenuhnya kepada kepentingan bangsa dan negara.
“Negara ini dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itu, kita tidak boleh lupa bahwa keberadaan kita adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. Ini mudah diucapkan, tetapi harus dibuktikan,” tegas Prabowo.
Ia pun meminta seluruh aparatur pemerintahan menjadikan amanah rakyat sebagai pedoman utama dalam setiap kebijakan dan keputusan yang diambil.

