Riset Mintel Catat Perubahan Gaya Merayakan Imlek 2026

Navaswara.com – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, suasana menyambut momen ini terasa berbeda. Banyak orang kini memaknai Imlek bukan hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai waktu untuk merawat diri, memperkuat hubungan emosional, serta memilih cara merayakan yang lebih selaras dengan kondisi tubuh dan perasaan.

Laporan Mintel “Look Ahead Chinese New Year China 2026” yang berbasis pada riset konsumen di China mencatat pergeseran ini, dan meskipun data tersebut berfokus pada pasar China, pola yang sama dinilai relevan dan berpotensi terjadi di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Imlek semakin dimaknai sebagai momen untuk berkumpul dengan lebih sadar. Pilihan menu, pola makan, hingga jenis hadiah yang dibawa saat bersilaturahmi ikut dipikirkan dengan lebih matang. Setelah periode panjang dengan aktivitas yang padat, muncul keinginan untuk menikmati perayaan tanpa harus merasa terlalu penuh atau tidak nyaman. Perayaan tetap hangat, dengan perhatian yang lebih besar pada kenyamanan tubuh.

Dalam kategori makanan dan minuman, isu kesehatan semakin mengemuka. Pola makan yang cenderung berubah saat libur dan acara keluarga sering memicu kekhawatiran terkait berat badan, pencernaan, dan rasa lelah. Riset Mintel mencatat sekitar 31 persen konsumen merasa cemas terhadap kondisi kesehatan selama periode perayaan, terutama karena makan berlebihan dan rutinitas yang tidak teratur. Kondisi ini mendorong minat pada pilihan yang terasa lebih ringan, bernutrisi, serta memberi efek menenangkan bagi tubuh.

Cara memilih hadiah pun ikut berubah. Gifting kini bergerak ke arah yang lebih personal dan penuh perhatian. Konsumen semakin mengutamakan hadiah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan selera penerima. Sentuhan personal menjadi nilai penting, disusul oleh pertimbangan kesehatan seperti produk rendah gula, bernutrisi, atau memiliki fungsi yang mendukung kondisi tubuh. Kepraktisan ikut menjadi faktor utama, karena hadiah yang mudah digunakan dan benar-benar berguna dinilai lebih bermakna dibanding sekadar tampilan yang rapi.

Perbedaan generasi turut membentuk preferensi ini. Kelompok usia lebih muda menunjukkan perhatian kuat pada isu kesehatan dan wellness, sementara kelompok usia berikutnya mengutamakan kemudahan, termasuk soal ketersediaan dan kecepatan mendapatkan produk. Di sisi lain, generasi yang lebih senior masih memberi perhatian pada aspek presentasi dan kesesuaian sosial hadiah, terutama dalam konteks relasi keluarga. Pola ini memperlihatkan ekspektasi yang semakin beragam, dengan benang merah berupa keseimbangan antara kesehatan, kenyamanan, dan nilai relasional.

Perubahan juga terasa dalam cara orang berbelanja menjelang Imlek. Faktor kenyamanan semakin menentukan pilihan kanal belanja. Riset Mintel mencatat pergeseran ke supermarket berbasis membership yang dipercaya dan menawarkan kurasi produk untuk belanja dalam jumlah lebih besar, dengan angka yang naik dari 33 persen pada 2025 menjadi 46 persen pada 2026. Platform pengiriman instan untuk kebutuhan hadiah mendadak juga menunjukkan peningkatan, dari 27 persen menjadi 29 persen. Sementara itu, toko koleksi yang sedang tren ikut mencatat kenaikan minat, dari 13 persen menjadi 15 persen. Pola ini menunjukkan preferensi pada kanal yang meminimalkan usaha dan mengurangi risiko rasa menyesal setelah membeli.

Mobilitas yang meningkat menjelang libur turut membawa dampak pada kategori kecantikan. Semakin banyak orang yang bepergian, terutama di kelompok usia 30 hingga 39 tahun, mendorong kebutuhan akan produk yang membantu menjaga kenyamanan dan rutinitas perawatan saat di perjalanan. Dalam hal ini, beauty tidak lagi hanya urusan tampil maksimal, melainkan juga tetap merasa rapi, segar, dan terurus. Produk seperti skincare ukuran mini, travel-size beauty kits, serta alat grooming yang praktis menjadi pilihan yang terasa relevan untuk dibawa ke mana pun.

Di sisi lain, kategori beauty dan personal care tak ketinggalan mencatat posisi kuat sebagai pilihan hadiah melalui layanan pengiriman instan. Di antara konsumen yang memilih kanal ini untuk membeli hadiah Imlek, produk kecantikan menjadi kategori teratas, dengan sekitar 40 persen memilih beauty dan personal care. Faktor seperti ukuran yang ringkas, mudah dibungkus, serta nilai pengenalan merek yang tinggi membuat kategori ini cocok untuk kebutuhan mendadak. Konsumen muda, khususnya generasi setelah 1990, juga menunjukkan antusiasme terhadap edisi terbatas dan desain kolaborasi yang memadukan simbol perayaan dengan sentuhan visual modern. Hal ini menegaskan pentingnya kemasan yang menarik secara visual serta pengalaman gifting yang terasa emosional.

Dalam kategori hadiah secara umum, produk yang berkaitan dengan kesehatan tetap menjadi pilihan populer, seperti suplemen, vitamin, atau bahan herbal yang dikenal dalam tradisi. Kotak hadiah makanan dan minuman seperti camilan, set teh, dan buah juga masih menjadi favorit karena mudah dibagikan sekaligus memberi kesan perhatian. Selain itu, item yang menunjang kualitas hidup, seperti pakaian, alas kaki, serta perangkat rumah tangga kecil, semakin sering dipilih karena dinilai praktis dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Secara keseluruhan, perayaan Imlek 2026 menunjukkan cara baru dalam memaknai momen berkumpul. Perhatian pada kesehatan, kehangatan relasi, mobilitas, serta pilihan yang lebih personal membentuk wajah perayaan yang terasa lebih dekat dengan realitas hidup saat ini. Tradisi tetap dijaga, sambil memberi ruang bagi kebiasaan baru yang membuat perayaan terasa lebih nyaman, relevan, dan penuh makna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *