Swiss-Belhotel International Perluas Jejak Eco-Luxury Lewat Māua Olea Ubud

Navaswara.com — Swiss-Belhotel International kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan perhotelan berkelanjutan di Indonesia. Melalui penandatanganan Perjanjian Pengelolaan Hotel (Hotel Management Agreement), grup manajemen hotel global ini resmi mengelola Māua Olea Ubud by Swiss-Belhotel, sebuah resor eco-luxury yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2026.

Properti ini menjadi brand Māua kedua yang dikembangkan Swiss-Belhotel International di Bali, menyusul kesuksesan Māua Nusa Penida. Kehadiran Māua Olea Ubud sekaligus memperkuat posisi Ubud sebagai pusat pariwisata berkelas dunia yang menawarkan harmoni antara alam, budaya, dan pengalaman menginap yang berkesadaran.

Berlokasi di kawasan strategis Ubud, resor ini dirancang sebagai oase ketenangan yang tetap terhubung dengan denyut seni dan budaya Bali. Beragam destinasi ikonik seperti Monkey Forest, Pasar Seni Ubud, hingga Pura Saraswati dapat dijangkau dengan mudah, memberikan keseimbangan antara privasi dan eksplorasi budaya bagi para tamu.

Māua Olea Ubud by Swiss-Belhotel akan menghadirkan suite dan vila eco-luxury yang dilengkapi kolam renang pribadi, kolam renang utama, restoran Kōwhai, serta The Pounamu Spa. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman relaksasi dan wellness yang menyeluruh, sejalan dengan tren wisata mewah global yang semakin mengedepankan keberlanjutan dan makna.

Pemilik Māua Olea Ubud, Rudy Suwandi, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Swiss-Belhotel International didasarkan pada kesamaan visi dalam menghadirkan destinasi perhotelan yang tidak hanya mewah, tetapi juga menghormati alam dan budaya setempat.

“Kami percaya kemitraan ini akan mewujudkan destinasi eco-luxury yang mencerminkan keindahan alam serta jiwa budaya Ubud. Dengan pengalaman Swiss-Belhotel International, kami optimistis resor ini akan memiliki daya saing jangka panjang,” ujarnya.

Chairman dan President Swiss-Belhotel International, Gavin M. Faull, menuturkan bahwa pengembangan Māua Olea Ubud merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan kemewahan yang bertanggung jawab.

“Ubud adalah tempat yang ideal untuk filosofi Māua, di mana ketenangan alam dan kekayaan budaya menjadi fondasi pengalaman menginap. Māua Olea Ubud dirancang sebagai ruang untuk berhenti sejenak, berefleksi, dan menikmati kehidupan dengan elegansi yang selaras dengan lingkungan,” katanya.

Dari sisi arsitektur dan desain, resor ini mengusung perpaduan gaya kontemporer dengan sentuhan klasik Bali. Material alami seperti batu alam dan kayu jati digunakan secara dominan, dipadukan dengan pencahayaan alami dan ornamen khas yang menciptakan suasana hangat, tenang, dan intim. Setiap detail dirancang untuk memperkuat relasi antara manusia dan alam, menjadikan kemewahan hadir dalam bentuk yang lebih autentik.

Senior Vice President of Operations and Development for Indonesia Swiss-Belhotel International, Ilkin Ilyaszade, menambahkan bahwa Māua Olea Ubud dikembangkan untuk menjawab kebutuhan wisatawan modern yang semakin sadar akan isu keberlanjutan.

“Wisatawan luxury masa kini mencari pengalaman yang seimbang antara kenyamanan, wellness, dan koneksi otentik dengan destinasi. Māua Olea Ubud menghadirkan keramahtamahan eco-luxury yang berakar kuat pada identitas lokal Ubud,” ungkapnya.

Brand Māua by Swiss-Belhotel sendiri merupakan akomodasi bintang lima berkonsep eco-luxury yang terinspirasi dari kearifan budaya leluhur Māori. Filosofinya bertumpu pada nilai whenua sebagai penghormatan terhadap alam, mauri sebagai energi kehidupan, dan kotahitanga sebagai semangat kebersamaan. Dalam bahasa Māori, Māua bermakna “kebersamaan”, yang menjadi inti dari pendekatan brand ini dalam desain, pelayanan, dan pengalaman tamu.

Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui praktik desain berkelanjutan, pengalaman wellness yang holistik, serta gaya hidup mewah yang berkesadaran. Dengan kehadiran Māua Olea Ubud, Swiss-Belhotel International tidak hanya memperluas portofolio bisnisnya di Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat citra pariwisata nasional sebagai destinasi eco-luxury yang berkelas, autentik, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *