Navaswara.com – Banyak dari kita tumbuh dengan gambaran asuransi sebagai payung. Sesuatu yang baru terasa penting ketika hujan turun atau matahari terlalu terik. Dalam keseharian, payung sering diletakkan di sudut tas, jarang disentuh, tetapi selalu dicari saat cuaca berubah. Gambaran serupa, menurut Faculty Head Sequis Life Quality Builder Sequis Training Academy of Excellence, Samuji, MPD, CFP, CPC, AAIJ, juga berlaku pada asuransi yang berfungsi sebagai payung finansial untuk melindungi keluarga dari risiko kehidupan yang datang tanpa aba-aba.
Sayangnya, asuransi masih kerap berada di urutan paling akhir dalam perencanaan keuangan banyak keluarga. Kenaikan harga kebutuhan pokok, keyakinan bahwa pola hidup sehat cukup untuk mencegah sakit, kondisi usaha yang sedang tidak stabil, hingga rasa aman karena sudah memiliki BPJS atau asuransi kantor sering menjadi alasan penundaan. Belum lagi kekhawatiran soal konsistensi membayar premi atau keraguan apakah klaim akan benar-benar dibayarkan saat dibutuhkan.
Padahal, dalam banyak kisah nyata, kehadiran asuransi justru menjadi penopang saat kondisi finansial keluarga berada di titik paling rapuh. Samuji menyebut asuransi sebagai payung finansial yang bekerja menjaga masa kini sekaligus masa depan. Hidup penuh ketidakpastian, dan risiko seperti kecelakaan atau kehilangan penghasilan dapat berdampak panjang pada stabilitas keuangan keluarga jika tidak diantisipasi sejak awal.
Bagi keluarga, terutama yang bergantung pada satu pencari nafkah, asuransi jiwa juga berperan sebagai cadangan dana. Uang Pertanggungan dapat membantu keluarga tetap bertahan tanpa harus berutang atau bergantung pada bantuan pihak lain ketika penghasilan utama terhenti. Dalam kerangka yang lebih luas, asuransi menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan agar rencana jangka panjang seperti pendidikan anak atau persiapan pensiun tetap berjalan meski terjadi risiko kehidupan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi, salah satu jenis perlindungan yang kerap dipertimbangkan adalah asuransi dwiguna yang menggabungkan unsur proteksi dan tabungan. “Asuransi dwiguna memberi perlindungan jika terjadi risiko meninggal dunia sekaligus menyediakan nilai tunai yang bisa dimanfaatkan sesuai ketentuan polis,” ujar Samuji. Skema ini dinilai relevan bagi keluarga yang ingin menjaga keseimbangan antara perlindungan dan perencanaan jangka panjang.
Menjawab kebutuhan tersebut, Sequis menghadirkan produk asuransi dwiguna yang dirancang untuk memberi perlindungan hingga 20 tahun dengan masa pembayaran premi yang relatif singkat. Selain perlindungan risiko meninggal dunia, tersedia pula manfaat hidup berkala dan pengembalian premi di akhir masa pertanggungan. Menurut Samuji, dengan perhitungan sederhana, manfaat ini dapat menjadi bekal untuk berbagai rencana keluarga, mulai dari pendidikan anak hingga persiapan masa pensiun.
Asuransi memberi ruang bernapas bagi keluarga. Ketika hidup bergerak ke arah yang tak selalu pasti, ada perlindungan yang menjaga agar langkah tetap mantap.

