Rapat Kabinet Merah Putih, Prabowo Bahas Gizi, Desa, dan Keamanan Bangunan Pesantren

Navaswara.com – Malam di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, tampak lebih ramai dari biasanya. Mobil berpelat RI silih berganti masuk ke halaman rumah dinas Presiden Prabowo Subianto, tempat rapat terbatas Kabinet Merah Putih digelar Minggu (5/10), malam. Dari luar pagar, lampu-lampu di teras utama tampak menyala terang, menandai pertemuan penting yang membahas sejumlah program prioritas pemerintahan baru.

Pertemuan itu, seperti dilaporkan akun resmi @sekretariat.kabinet, dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat terkait. Agenda utamanya, mengevaluasi kemajuan beberapa program strategis, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga Ketahanan Pangan dan Energi, serta stimulus ekonomi nasional.

Di hadapan para menterinya, Prabowo tampak tegas menyoroti hal-hal detail, terutama soal kebersihan dan standar dapur program Makan Bergizi Gratis yang kini tengah diuji di berbagai daerah. Ia menekankan pentingnya perlengkapan higienis di setiap dapur umum.

“Setidaknya minggu depan, dapur-dapur harus sudah dilengkapi alat tes kit untuk mengecek kebersihan makanan, alat pencuci dan pengering higienis dengan air hangat, serta filter air bersih,” tulis Sekretariat Kabinet mengutip arahan Presiden kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Fokus pada aspek teknis seperti ini bukan hal baru bagi Prabowo, yang kerap menekankan pentingnya efisiensi dan pengawasan lapangan. Ia menyebut, keberhasilan program bergizi gratis tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari jaminan mutu dan keamanan pangan yang disajikan.

Selain soal gizi, rapat tersebut juga menyinggung aspek keselamatan fasilitas pendidikan keagamaan. Presiden memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan jajaran kementeriannya untuk memeriksa kekuatan struktur bangunan pondok pesantren resmi di seluruh Indonesia.

“Presiden meminta agar setiap pondok pesantren yang perlu direnovasi dibantu dan diperhatikan proses pembangunannya,” tulis akun resmi Sekretariat Kabinet. Prabowo juga menegaskan pentingnya keamanan struktur bangunan agar kegiatan pendidikan berjalan tanpa risiko bagi santri.

Langkah ini disebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kesejahteraan dan keselamatan masyarakat di level akar rumput, mulai dari gizi anak, ketahanan pangan, hingga infrastruktur sosial seperti pesantren dan koperasi desa.

Rapat malam itu berakhir tanpa pernyataan resmi kepada media. Namun, dari pesan-pesan yang dibagikan lewat kanal pemerintah, satu hal terlihat jelas, Prabowo ingin memastikan setiap program tak berhenti di tataran konsep, melainkan menyentuh ruang paling konkret, dapur, meja makan, dan ruang belajar masyarakat.

Foto: Dok. Seskab

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *