FISIP UPNVJ Dorong Literasi Digital Keluarga melalui Program Pengabdian Masyarakat di Yogyakarta

Navasawara.com – Upaya membangun budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas masyarakat. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Bridging the Gap: Digital Literacy for Empowering Community Intelligence” di Aula Panti Putra Raden Mas Suryowinoto, Yogyakarta, pada Januari 2026.

Kegiatan ini melibatkan para pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta orang tua siswa binaan Rumah Baca Raden Mas Suryowinoto. Melalui forum ini, peserta diajak memahami pentingnya membangun kebiasaan literasi dalam keluarga sebagai bekal anak menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.

Program tersebut merupakan kolaborasi antara FISIP UPNVJ, Rumah Baca Raden Mas Suryowinoto, dan komunitas literasi Ruang Binari. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan ruang belajar bersama, tetapi juga membuka diskusi tentang bagaimana orang tua dan pendidik dapat berperan aktif dalam mendampingi anak berinteraksi dengan media digital.

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UPNVJ sekaligus Founder Ruang Binari, Marina Rospitasari, S.Kom.I., M.Si., menjelaskan bahwa literasi pada masa kini memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi, menurutnya, merupakan pintu untuk memahami dunia, membangun pengetahuan, serta melatih kemampuan berpikir kritis sejak dini.

Ia menilai peran orang tua dan pengajar PAUD menjadi sangat penting karena mereka berada di garis depan dalam membentuk cara anak menerima dan memaknai informasi. Ketika pendampingan dilakukan secara tepat, anak tidak hanya belajar mengenal informasi, tetapi juga memahami bagaimana menggunakannya secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan serupa disampaikan oleh dosen Ilmu Komunikasi FISIP UPNVJ, Cahayani Yogaswari, S.I.P., M.A. Ia menekankan bahwa literasi media di lingkungan keluarga tidak dapat dipisahkan dari komunikasi yang terbangun antara orang tua dan anak.

Menurutnya, kehadiran orang tua harus diiringi dengan interaksi yang hangat dan dialog yang terbuka. Melalui percakapan sehari-hari, anak dapat belajar mengenali berbagai informasi yang mereka temui di media serta memahami cara menyikapinya secara kritis.

“Keluarga menjadi ruang pertama bagi anak untuk belajar memahami media. Dari komunikasi sederhana di rumah, anak dapat mulai mengenali nilai, informasi, dan pesan yang mereka terima dari berbagai sumber,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FISIP UPNVJ berharap para pengajar PAUD dan orang tua dapat semakin memahami pentingnya literasi digital dalam proses tumbuh kembang anak. Pendampingan yang tepat di lingkungan keluarga diyakini mampu membantu anak membangun kebiasaan belajar yang sehat sekaligus memperkuat karakter mereka di tengah perkembangan teknologi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat. Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, kampus diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam membangun ekosistem literasi yang lebih kuat, dimulai dari keluarga dan lingkungan belajar anak sejak usia dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *