Navaswara.com – Banyak orang memiliki kebiasaan sebelum tidur mendengarkan musik atau memeriksa ponsel dan scroll media sosial. Sebuah penelitian ilmiah menunjukkan aktivitas yang lebih klasik justru memberi dampak positif bagi kualitas istirahat malam.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Trials pada 2021 menemukan bahwa membaca buku sebelum tidur berkaitan dengan peningkatan kualitas tidur. Aktivitas ini membantu tubuh masuk ke kondisi rileks sehingga proses tertidur berlangsung lebih alami.
Penelitian tersebut menarik perhatian karena melibatkan masyarakat sejak tahap awal perencanaan riset. Program ini dikenal dengan nama “The People’s Trial” yang memberi kesempatan bagi publik untuk ikut menentukan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.
Penelitian Melibatkan Peserta dari Puluhan Negara
Peneliti mengadakan uji coba acak dengan melibatkan 991 peserta dari 43 negara. Perekrutan dilakukan melalui media sosial pada Desember 2019 dengan syarat peserta berusia di atas 18 tahun.
Seluruh peserta kemudian dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta membaca buku selama 15 hingga 30 menit sebelum tidur selama tujuh malam berturut-turut.
Kelompok kedua tidak membaca buku sebelum tidur. Peserta di kelompok ini tetap diperbolehkan menggunakan perangkat digital seperti ponsel atau tablet sesuai kebiasaan mereka.
Dari total partisipan, sebanyak 774 orang menyelesaikan seluruh rangkaian penelitian. Data dari kelompok ini kemudian dianalisis untuk melihat perbedaan kualitas tidur yang dirasakan.
Hasilnya menunjukkan perbedaan yang cukup jelas antara kedua kelompok. Sekitar 42 persen peserta yang membaca buku melaporkan kualitas tidur mereka membaik setelah satu minggu.
Pada kelompok yang tidak membaca buku hanya sekitar 28 persen peserta yang merasakan peningkatan serupa. Selisih sekitar 14 persen ini dinilai signifikan secara statistik dengan nilai p di bawah 0,001.
Angka tersebut menunjukkan kemungkinan perbedaan terjadi secara kebetulan sangat kecil. Temuan ini memberi indikasi bahwa aktivitas membaca berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik.
Membantu Pikiran Lebih Tenang Sebelum Tidur
Para peneliti menjelaskan bahwa membaca buku dapat membantu menenangkan pikiran setelah aktivitas harian yang padat. Saat seseorang membaca, perhatian beralih dari tekanan pekerjaan maupun arus informasi digital yang terus muncul sepanjang hari.
Perubahan fokus ini membuat pikiran bergerak lebih lambat dan lebih tenang. Kondisi tersebut memberi sinyal pada tubuh bahwa waktu istirahat sudah tiba.
Penelitian juga mencatat tingkat gangguan tidur yang lebih rendah pada kelompok pembaca. Pengukuran dilakukan menggunakan skala PROMIS yang umum dipakai dalam penelitian kesehatan tidur.
Rata-rata skor gangguan tidur kelompok pembaca berada di angka 46,7. Sementara kelompok kontrol mencatat skor rata-rata 49,9 yang menunjukkan gangguan tidur sedikit lebih tinggi.

Buku Kertas Dinilai Lebih Mendukung Tidur
Media yang digunakan untuk membaca juga berpengaruh terhadap kualitas tidur. Membaca melalui tablet atau perangkat digital memberi efek berbeda dibandingkan membaca buku cetak.
Layar elektronik memancarkan cahaya biru yang dapat menekan produksi hormon melatonin. Hormon ini memiliki peran penting dalam mengatur siklus tidur alami manusia.
Penelitian sebelumnya menunjukkan paparan cahaya dari layar tablet dapat menekan produksi melatonin hingga sekitar 55 persen lebih kuat dibandingkan membaca buku kertas. Kondisi ini membuat proses tertidur berlangsung lebih lama.
Selain itu kualitas tidur dalam atau slow wave sleep juga dapat berkurang. Akibatnya seseorang berpotensi merasa lebih lelah dan mengantuk pada keesokan pagi.
Perbedaan intensitas cahaya juga cukup besar. Buku kertas hanya memantulkan cahaya redup sekitar 27 lux dari lampu ruangan.
Sebaliknya layar iPad dapat memancarkan cahaya sekitar 58 lux yang langsung mengenai mata. Paparan cahaya yang lebih kuat membuat otak tetap berada dalam kondisi waspada.
Namun, para peneliti menekankan bahwa studi ini memiliki sejumlah keterbatasan. Durasi penelitian hanya berlangsung selama tujuh hari sehingga dampak dalam jangka panjang belum dapat dipastikan.
Komposisi peserta juga tidak sepenuhnya mencerminkan populasi umum. Sekitar 79 persen partisipan merupakan perempuan dan sebagian besar memiliki latar belakang di bidang kesehatan.
Meski demikian hasil penelitian ini tetap memberikan gambaran menarik mengenai rutinitas di malam hari. Membaca buku fisik atau buku kertas selama beberapa menit sebelum mematikan lampu bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak positif. Kebiasaan ini dianggap sebagai salah satu cara mudah untuk membantu seseorang mendapatkan kualitas istirahat yang lebih baik setiap malam.

Masya Allah, membaca buku aja baik, apalagi membaca quran