Viral Rekrut Karyawan Tunarungu, Matahari Tegaskan Komitmen Inklusi Lewat Program “Teman Difabel”

Navaswara.com – Belakangan ini, suasana di beberapa gerai Matahari terasa sedikit berbeda. Ada kehangatan yang tertangkap kamera dan mendadak ramai dibicarakan di media sosial

Ya, PT Matahari Department Store Tbk menuai pujian luas dari warganet. Hal ini terjadi setelah kisah dua karyawannya, Hasna dan Ardelia, viral di media sosial. Keduanya adalah penyandang disabilitas tunarungu.

Merespons dukungan hangat masyarakat, manajemen Matahari merilis pernyataan resmi. Mereka menegaskan langkah ini adalah bagian dari komitmen panjang perusahaan.

Komitmen ini diwujudkan secara nyata melalui sebuah program inklusi bertajuk “Teman Difabel”.

Dalam rilis resminya, pihak Matahari menyampaikan rasa terima kasih. Mereka sangat menghargai besarnya perhatian dan pesan positif dari publik terkait isu ini.

“Kami melihat begitu banyak dukungan di media sosial terkait Hasna dan Ardelia dalam beberapa hari terakhir,” tulis manajemen Matahari.

“Hal ini sungguh berarti bagi kami dan teman-teman difabel di Matahari,” lanjut pernyataan tersebut.

Perusahaan juga sangat mengapresiasi dedikasi serta semangat kedua karyawan tersebut. Mereka dinilai telah menginspirasi banyak orang, termasuk rekan-rekan kerja di internal perusahaan.

Sudah Berjalan Sejak 2023

Perekrutan penyandang disabilitas di Matahari bukanlah hal baru atau sekadar merespons tren sesaat. Sejak tahun 2023, perusahaan ritel ini telah menjalankan program “Teman Difabel”.

Program ini adalah wujud nyata komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang setara tanpa memandang kondisi fisik.

Matahari memberikan kesempatan pelatihan dengan sistem “belajar sambil bekerja”. Pelatihan ini berlangsung selama enam bulan di berbagai gerainya. Penempatan dan beban kerja disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.

Dalam proses perekrutannya, Matahari juga bersinergi dengan lembaga terkait. Mereka bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial setempat.

Pada gelombang pertama, program ini difokuskan di beberapa gerai yang dekat dengan domisili peserta. Lokasi tersebut antara lain The Park Sawangan, Pondok Gede, dan Kramat Jati.

Fasilitas Pendukung dan Sistem “Buddy”

Menyadari adanya tantangan dalam komunikasi operasional sehari-hari, Matahari merancang ekosistem kerja khusus. Mereka memastikan lingkungan kerja tersebut benar-benar ramah disabilitas.

Para pekerja Teman Difabel didukung dengan seragam dan ID Card khusus. Identitas ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada pelanggan yang berbelanja di area toko.

Dengan tanda khusus tersebut, komunikasi dengan pelanggan diharapkan dapat berjalan lebih kondusif. Kedua belah pihak bisa saling berinteraksi dan memahami dengan lebih baik.

Selain perlengkapan fisik, Matahari juga menerapkan sistem pendampingan khusus. Setiap Teman Difabel akan didampingi oleh seorang buddy atau pendamping di tempat kerja.

Peran buddy ini biasanya diisi oleh seorang Assistant Store Manager. Tugas mereka adalah membimbing dan memberikan pelatihan langsung selama peserta menjalankan perannya.

Kisah Sukses yang Menginspirasi

Bahkan sebelum program ini diformalkan pada 2023, Matahari telah memiliki rekam jejak yang baik. Mereka sudah lama memberdayakan kelompok disabilitas di lingkungan kerjanya.

Terdapat beberapa contoh sukses karyawan difabel yang berhasil meniti karier di perusahaan ini. Salah satunya adalah Mulyana, seorang penyandang disabilitas fisik.

Mulyana berhasil membuktikan kinerjanya yang luar biasa. Berkat dedikasinya, ia bahkan dipercaya menjabat sebagai Store Manager di Central Plaza Lampung.

Ada pula Lia Marliani, seorang penyandang tunarungu. Ia juga sangat berprestasi dan kini mantap bekerja sebagai Sales Associate di Tasikmalaya.

Keberhasilan Mulyana dan Lia kini dilanjutkan oleh generasi baru. Kehadiran Hasna, Ardelia, dan individu difabel lainnya yang bergabung pada tahun 2024 menjadi bukti nyatanya.

Membangun Budaya Bersyukur

Matahari memandang keberagaman tenaga kerja ini sebagai elemen penting. Hal ini diyakini dapat memperkuat posisi mereka sebagai organisasi ritel yang lebih kompetitif.

Bagi manajemen, program inklusi ini memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ini bukan sekadar tentang formalitas pemenuhan kuota pekerja disabilitas semata.

“Teman Difabel merupakan komitmen jangka panjang dan turut membantu menjadi pengingat bagi kami dalam membangun budaya bersyukur,” tulis manajemen di sosial media.

“Kami akan terus belajar untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Terutama dalam menjaga lingkungan kerja yang ramah dan inklusif,” tutup pernyataan resmi Matahari.

Ke depannya, Matahari berkomitmen untuk terus berekspansi membuka lowongan kerja yang setara. Mereka menyebut ingin memastikan industri ritel menjadi ruang yang aman dan berdaya bagi semua lapisan masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar