Tren Botox Meningkat Ini Penjelasan Dokter soal Usia dan Risikonya

Navaswara.com – Bicara soal botox, banyak perempuan masih menyimpan pertanyaan sekaligus kekhawatiran. Apakah aman? Kapan waktu yang tepat, dan apa bedanya dengan perawatan lain.

“Secara ilmiah, botox adalah botulinum toxin, neurotoksin yang dihasilkan bakteri Clostridium botulinum. Cara kerjanya menghambat sinyal saraf menuju otot sehingga otot menjadi lebih rileks dalam jangka waktu tertentu,” jelas dr. Madana dari Lifted Jakarta. Efek botox sebenarnya bersifat sementara dan umumnya bertahan antara empat hingga enam bulan.

Nama botox sejatinya adalah merek dagang dari perusahaan Allergan yang kemudian menjadi istilah umum di masyarakat. Di klinik estetik seperti Lifted, tersedia empat jenis botulinum toxin dari berbagai negara termasuk pilihan yang bebas protein hewani bagi pasien yang mempertimbangkan aspek kehalalan produk.

Mulai dari Usia Berapa

Pertanyaan ini kerap muncul terutama di tengah tren perawatan kulit yang semakin dini. “Tanda penuaan umumnya mulai terlihat setelah usia 25 tahun sehingga banyak orang mempertimbangkan botox di akhir usia dua puluhan atau awal tiga puluhan,” jelas dr. Madana.

Pendekatan preventive botox bisa dilakukan lebih awal. Tujuannya untuk mencegah terbentuknya kerutan statis di kemudian hari dengan mengurangi aktivitas berlebih pada otot wajah yang dapat memengaruhi kolagen dan elastin kulit secara bertahap.

Frekuensi penyuntikan perlu diperhatikan. Terlalu sering melakukan botox misalnya setiap satu hingga dua bulan sekali berisiko menimbulkan resistensi sehingga hasilnya tidak lagi efektif. Idealnya perawatan dilakukan dua hingga tiga kali dalam setahun.

Bukan Hanya soal Kerutan

Botox tidak hanya berfungsi menghaluskan garis halus. Dalam praktik medis, tindakan ini juga digunakan untuk membantu mengurangi frekuensi migrain dengan merelaksasi otot di sekitar kepala dan leher.

Ada pula teknik baby botox atau microtox yang menggunakan dosis lebih kecil dan dapat dikombinasikan dengan bahan aktif seperti hyaluronic acid untuk memperbaiki kualitas kulit. Bagi yang belum siap dengan suntikan, tersedia alternatif seperti collagen stimulator, skin booster, hingga ultraformer dengan teknologi ultrasound untuk membantu mengencangkan kulit tanpa injeksi.

Di balik beragam pilihan tersebut, dr. Madana menekankan bahwa tujuan utama perawatan kulit adalah menjaga kesehatan kulit. Saat kulit terawat dengan baik, tampilan wajah akan mengikuti.

Penuaan merupakan proses alami. Dengan informasi yang tepat, konsultasi bersama dokter terpercaya, serta pemilihan perawatan sesuai kebutuhan, proses ini dapat dijalani dengan lebih terukur dan percaya diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *