AHY Luncurkan All Indonesia, Sistem Pintar yang Permudah Kedatangan Wisatawan Mancanegara

Navaswara.com — Di tengah riuh kedatangan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta, layar besar menampilkan tulisan “Simplify Your Arrival”. Di bawahnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berdiri diapit sejumlah menteri, menekan tombol peluncuran aplikasi baru yang diberi nama All Indonesia.

Sorak tepuk tangan pun terdengar. Bukan semata untuk sebuah aplikasi, tetapi untuk sebuah harapan bahwa perjalanan masuk ke Indonesia kini bisa secepat menggeser layar ponsel.

“All Indonesia bukan sekadar platform digital. Ini langkah menuju pelayanan publik yang lebih modern dan efisien. Kami ingin siapa pun yang datang ke Indonesia, wisatawan, investor, atau talenta global, merasakan kemudahan, kenyamanan, dan kehangatan,” ujar AHY, belum lama ini.

Gerbang Baru, Wajah Baru

Aplikasi All Indonesia memadukan sistem deklarasi penumpang dan Corridor Gate dalam satu platform. Penumpang kini bisa mengisi data sejak sebelum berangkat, memindai QR saat tiba, dan melewati pemeriksaan dengan waktu yang jauh lebih singkat. Tak ada lagi antrean panjang, tak ada lagi kertas deklarasi yang terlipat di sudut paspor.

Bagi AHY, sistem ini bukan sekadar efisiensi, melainkan strategi memperkuat daya saing nasional. “Inisiatif ini bukan gimmick. Ini bagian dari upaya besar menjadikan Indonesia lebih terbuka dan kompetitif,” ujarnya.

Peluncuran ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian yang dimulai sejak uji coba pada Juli 2025. Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, sistem ini juga diharapkan memperlancar arus wisatawan mancanegara, investor, dan tenaga kerja profesional dari luar negeri.

Lebih dari Sekadar Teknologi

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyebut platform ini sebagai cermin dari transformasi birokrasi Indonesia. “All Indonesia adalah simbol bangsa yang percaya diri dan siap bersaing di panggung global,” katanya.

Baginya, pelayanan di gerbang negara bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal citra. “Kesan pertama itu penting. Begitu wisatawan merasa disambut dengan ramah dan efisien, mereka akan kembali. Dan itu berdampak langsung pada ekonomi,” lanjutnya.

Menurut data Kementerian Pariwisata, arus wisatawan mancanegara ke Indonesia terus meningkat pasca-pandemi. Dengan sistem baru ini, pemerintah berharap kemudahan di pintu masuk dapat mempercepat pemulihan ekonomi berbasis pariwisata dan menarik investasi baru di sektor hospitality, logistik, hingga digital.

Dalam sesi doorstop usai peluncuran, AHY menegaskan bahwa wajah pertama Indonesia ada di bandara. “Kita ingin memberikan impresi positif sejak langkah pertama mereka di tanah air. Kalau mereka merasa nyaman, percaya diri, dan dihargai, mereka akan datang kembali. Dan itu yang kita butuhkan untuk mendorong pertumbuhan,” ujarnya.

Dengan hadirnya All Indonesia, pintu masuk negeri ini bukan lagi sekadar tempat datang dan pergi. Ia menjadi ruang penyambutan, ruang diplomasi, dan ruang ekonomi baru, tempat di mana dunia pertama kali melihat seperti apa Indonesia hari ini, terbuka, efisien, dan siap bersaing.

Turut hadir dalam peluncuran aplikasi ini, antara lain Menteri PAN-RB Rini Widyantini, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manawar Panggabean.

Foto: Dok. KemenkoInfra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *