Lima Festival Bunga Liar di Australia Barat yang Sayang Dilewatkan

Navaswara.com – Pagi di Kings Park, Perth, terasa berbeda ketika hamparan bunga liar bermekaran serentak, menebar warna cerah di antara pepohonan. Wisatawan berdatangan, anak-anak berlarian mengejar kupu-kupu, sementara kamera-kamera sibuk mengabadikan momen. “Rasanya seperti berjalan di dalam lukisan hidup,” tutur seorang pengunjung asal Jakarta yang terpesona melihat festival bunga untuk pertama kalinya.

Fenomena ini menjadi penanda musim yang selalu dinanti di Australia Barat. Dari Juni hingga Oktober, lebih dari 12.000 spesies bunga liar—banyak di antaranya endemik—mengubah wilayah dari Pilbara hingga Margaret River menjadi taman raksasa. Festival bunga pun digelar di berbagai kota, menghadirkan bukan hanya keindahan flora, tetapi juga seni, budaya, dan hangatnya sambutan masyarakat lokal.

Pilbara hingga Margaret River di selatan  merayakan fenomena alam seiring digelarnya serangkaian festival bunga liar yang tak hanya memamerkan keindahan flora, tetapi juga menampilkan budaya.

Salah satunya adalah Bloom Festival, berlangsung sebulan penuh mulai 27 September hingga 26 Oktober 2025. Di kawasan Great Southern Treasures, pengunjung bisa menjelajahi pasar lokal, mengikuti tur budaya Aborigin, hingga menikmati musik di alam terbuka. “Bloom bukan sekadar festival, tapi perayaan kebersamaan yang menyatukan alam, budaya, dan kreativitas,” ungkap perwakilan Tourism Western Australia.

Tak kalah populer, Ravensthorpe Wildflower Show yang sudah digelar sejak 1982 menampilkan sekitar 700 spesies bunga di herbarium kota. Lokasinya berdekatan dengan Fitzgerald Biosphere—cagar alam UNESCO dengan keanekaragaman hayati yang menakjubkan. Para wisatawan juga bisa bergabung dengan tur jalan kaki bersama pemandu untuk merasakan keindahan langsung di habitat aslinya.

Di Perth sendiri, Everlasting Kings Park Festival menjadi ikon. Setiap September, taman kota terbesar ini dipenuhi lebih dari 3.000 spesies bunga. Selain tur gratis, instalasi cahaya Lightscape di malam hari memberi pengalaman magis yang memadukan seni dan alam.

Bagi yang menyukai nuansa pedesaan, Nannup Flower and Garden Festival menghadirkan suasana hangat kota kecil dengan pameran hortikultura, lokakarya botani, hingga kuliner lokal. Ada pula Chestnut Brae Farm, di mana pengunjung bisa belajar pertanian berkelanjutan sambil menikmati pemandangan menenangkan.

Sementara di Esperance, Djilba Wildflowers Festival menawarkan kombinasi bunga liar langka dengan lanskap pantai biru toska. Banyak wisatawan memilih menggabungkannya dengan Esperance Island Cruise untuk melihat panorama dari laut.

Festival-festival ini bukan hanya pesta warna, tetapi juga cara merayakan identitas Australia Barat, yakni perpaduan kekayaan alam, warisan budaya, dan keramahan warganya. Tak heran jika setiap musim semi, wilayah ini selalu menjadi magnet bagi pecinta alam dari seluruh dunia. Berencana ke sana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *