Kopi Hingga Nanas Lampung Berlayar ke Pasar Dunia lewat Panjang

Navaswara.com-Suasana dermaga Pelabuhan Panjang pada akhir September lalu tampak berbeda. Ratusan kontainer berwarna mencolok tersusun rapi menunggu giliran diangkut ke kapal raksasa MSC Beira IV. Suara crane bergemuruh, pekerja pelabuhan sigap mengarahkan bongkar muat. Dari balik pagar pelabuhan, aroma kopi dan nanas yang menjadi andalan ekspor Lampung seakan ikut mewarnai kesibukan hari itu.

Kapal berbendera asing tersebut mencatat sejarah baru bagi IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Panjang. Dengan muatan ekspor mencapai 1.521 TEUs dan total bongkar muat 2.169 TEUs, kehadiran MSC Beira IV menjadi rekor pelayanan terbesar sepanjang sejarah pelabuhan ini.

Peningkatan ekspor pun tercatat melonjak 171 persen dibanding Agustus 2025, bahkan 279 persen lebih tinggi dari September tahun lalu.

“Peningkatan ekspor yang signifikan di Lampung menunjukkan bahwa Pelabuhan Panjang memiliki potensi besar untuk perdagangan internasional. IPC TPK siap menyediakan layanan yang andal dan efisien bagi setiap shipping line,” ujar Anang Subagyono, Manager IPC TPK Area Panjang.

Dari ribuan kontainer yang berangkat menuju Singapura pada 30 September, kopi mendominasi dengan 470 TEUs, disusul nanas 400 TEUs, produk sawit 214 TEUs, tapioka 100 TEUs, dan pulp 92 TEUs. Komoditas itu dikirim dari sejumlah produsen besar seperti Great Giant Pineapple, PT LDC Indonesia, Sungai Budi Group, hingga PT Tanjung Enim Lestari.

Selama tiga tahun terakhir, IPC TPK dan Mediterranean Shipping Company (MSC) menjalin kerja sama erat melalui layanan pelayaran internasional. MSC Beira IV sendiri merupakan bagian dari MSC Pertiwi Service dengan rute Jakarta – Bandar Lampung – Singapura – Tanjung Pelepas – Busan – Qingdao – Incheon – Dailan – Tianjin. Rute ini bukan hanya membuka jalan bagi ekspor Lampung, tetapi juga memungkinkan arus barang dari Korea dan Tiongkok masuk ke Indonesia.

Keberangkatan kapal raksasa ini menjadi simbol keterhubungan Lampung dengan pasar global. Layanan reguler semacam ini diyakini memberi efisiensi biaya logistik, mempercepat waktu pengiriman, dan memperkuat daya saing komoditas nasional. Kami percaya hadirnya layanan MSC di Panjang akan semakin membuka peluang bagi komoditas unggulan Indonesia menembus pasar dunia,” tutup Anang.

Hari itu, dari tumpukan kontainer yang berlayar, tersimpan harapan besar: agar kopi robusta Lampung, nanas segar, hingga produk turunannya tak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga menjadi duta ekonomi yang membawa nama daerah semakin harum di kancah internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *