Navaswara.com – Kisah Kugy dan Keenan, dua tokoh ikonis dalam novel Perahu Kertas karya Dee Lestari, akan segera hadir dalam format Musikal Perahu Kertas.
Pertunjukan yang dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network, berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) ini akan digelar pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 kali pementasan.
Musikal Perahu Kertas mengajak penonton kembali menyelami perjalanan dua jiwa muda yang sama-sama memiliki darah seni. Kugy digambarkan sebagai sosok yang menciptakan dunia dongeng untuk menghadapi realitas, sementara Keenan adalah pelukis muda berbakat yang hidup di bawah bayang-bayang ekspektasi sang ayah.
Pertemuan keduanya menjadi titik penting dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang kerap tak mudah diungkapkan. Di balik dinamika tersebut, Kugy dan Keenan sama-sama percaya bahwa karya dan cerita mereka suatu hari akan saling menemukan.
Mengusung tema Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi, musikal ini menjadi debut Trinity Entertainment Network di panggung musikal, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang Indonesia Kaya dalam menumbuhkan ekosistem seni pertunjukan di Indonesia. Adaptasi ini memadukan unsur musik, sastra, dan teater dalam satu pengalaman emosional yang dekat dengan keseharian penonton.
Alya Syahrani, pemeran Kugy, menyebut musikal ini sebagai perjalanan artistik yang sangat personal. Ia mengatakan Musikal Perahu Kertas menjadi panggung musikal ketujuh sejak terjun ke industri teater musikal pada 2012.
“Perahu Kertas punya kedekatan emosional tersendiri karena berbicara tentang mimpi dan pencarian jati diri. Lewat proses ini, aku kembali diingatkan pada alasan awal jatuh cinta pada seni panggung,” ujar Alya.
Sementara, Dewara Zaqqi yang memerankan Keenan mengaku ketertarikannya mengikuti audisi berangkat dari kecintaannya pada novel dan film Perahu Kertas. Ia berharap peran ini menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya sebagai aktor.
Selain dua tokoh utama, musikal ini melibatkan 38 pemeran dan didukung 20 orang tim kreatif. Christoffer Nelwan, yang berperan sebagai Remi, menilai karakter tersebut merepresentasikan bentuk cinta dan ketulusan yang berbeda terhadap Kugy.
Marsha Lavinia, pemeran Luhde, menyebut keterlibatannya dalam Musikal Perahu Kertas sebagai pengalaman pertamanya di dunia teater musikal. Ia mengaku proses latihan membuka wawasannya sebagai performer, khususnya dalam menyatukan bernyanyi, berakting, dan bercerita di atas panggung.
Keseluruhan produksi musikal ini berada di bawah arahan produser Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta, dan Chriskevin Adefrid. Billy Gamaliel mengatakan pertunjukan ini merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan ruang bertumbuh bagi pelaku seni pertunjukan melalui pementasan jangka panjang.
Dari sisi artistik, Musikal Perahu Kertas mengusung konsep panggung berputar dengan layer visual yang dinamis. Proses adaptasi cerita dilakukan melalui eksplorasi kreatif mendalam, termasuk penggunaan set panggung, proyeksi visual, puppetry, serta elemen kejutan yang memperkaya pengalaman menonton.
Musikal ini akan menampilkan 21 lagu yang memperkuat narasi cerita, termasuk dua lagu yang telah dirilis lebih dulu, Miliaran Manusia dan Agency. Untuk menjaga kualitas pertunjukan, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada beberapa jadwal dan menyiapkan swing performer dari Swargaloka.
Sebanyak 21 pertunjukan Musikal Perahu Kertas ditargetkan dapat disaksikan lebih dari 23 ribu penonton. Sebagai momen istimewa, Dee Lestari dijadwalkan tampil secara spesial pada pertunjukan 30 dan 31 Januari 2026.
Dengan kolaborasi lintas disiplin dan eksplorasi artistik yang matang, Musikal Perahu Kertas diharapkan menjadi tonggak penting dalam perkembangan industri musikal Indonesia.
Tiket masih tersedia dan dapat dibeli melalui loket.com/musikalperahukertas.
