Navaswara.com – Industri Food and Beverage (F&B) Indonesia terus menunjukkan kapasitasnya untuk bersaing di pasar internasional. Salah satu contoh datang dari Dough Darlings, brand donat artisanal asal Indonesia yang berhasil memperluas jejak bisnis hingga ke Doha, Qatar. Pada awal 2026, perusahaan ini juga mulai menguji pasar Jakarta melalui kehadiran pop-up store di Gafoy, Mall Kelapa Gading, sebagai bagian dari strategi membaca peluang pertumbuhan di pasar domestik yang lebih kompetitif.
Dalam sebuah sesi diskusi bersama media, Ivan Mario Halim selaku Co-Founder Dough Darlings memaparkan bagaimana disiplin produk dan konsistensi operasional menjadi kunci bertahannya brand ini selama lebih dari satu dekade. Menurutnya, Jakarta memiliki karakter pasar yang berbeda dibanding Bali, baik dari sisi volume, ekspektasi konsumen, maupun intensitas persaingan. “Pop-up ini kami posisikan sebagai ruang belajar, bukan sekadar ekspansi,” ujarnya.
Eksplorasi Rasa Lokal sebagai Diferensiasi Produk
Dough Darlings tidak berhenti pada donat sebagai produk konsumsi harian, tetapi menjadikannya medium eksplorasi rasa. Strategi ini terlihat dari varian menu yang dihadirkan di Jakarta, seperti Donat Ayam Klungkung, Donat Ayam Bejek, Klepon Mochi, dan Donat Pie Susu. Rangkaian ini mencerminkan strategi brand dalam membawa identitas Bali ke pasar urban tanpa kehilangan konteks.
“Kami ingin konsumen Jakarta mengenal Dough Darlings lewat rasa yang berani dan punya cerita,” kata Ivan. Proses riset dan pengembangan dilakukan secara ketat. Dari sejumlah ide rasa yang diuji, hanya sedikit yang benar-benar masuk tahap produksi setelah melewati evaluasi rasa, tekstur, dan konsistensi. Contohnya, ada donat varian Thaitea Brulle dan Ispahan.
Menjaga Standar Artisanal di Pasar Internasional
Ekspansi ke pasar seperti Qatar membawa tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga konsistensi produk. Dough Darlings tetap mempertahankan metode handcrafted yang menjadi fondasi bisnisnya sejak awal. Ivan menekankan bahwa faktor manusia sangat menentukan hasil akhir, mulai dari pengolahan adonan hingga proses penyajian.
“Kami memastikan adanya pelatihan intensif dan pendampingan berkelanjutan. Kami akan menempatkan tim inti dari Indonesia di sana selama satu tahun penuh untuk memastikan proses pembuatan dan teknik operasionalnya benar-benar dikuasai secara mendalam. Dalam industri kuliner, perbedaan individu yang menangani bahan akan memengaruhi hasil akhir rasa yang tercipta.”
Untuk memastikan standar tersebut terjaga, Dough Darlings menempatkan tim dari Indonesia pada fase awal operasional di luar negeri. Pendekatan serupa juga diterapkan dalam pengelolaan pop-up store di Jakarta, guna memastikan kualitas produk tetap selaras dengan standar yang telah dibangun di Bali dan pasar internasional.
Prinsip Kesegaran dan Disiplin Operasional
Dalam operasional harian, Dough Darlings menerapkan prinsip ketat terkait kesegaran produk. Donat diproduksi dalam jumlah terbatas dan disarankan dikonsumsi dalam hitungan jam setelah matang. Konsekuensinya, stok di pop-up store kerap habis lebih cepat, terutama pada pekan-pekan awal pembukaan.
“Kami memilih menjaga kualitas daripada menumpuk produk,” ujar Ivan. Strategi ini menuntut perencanaan produksi yang presisi dan ritme kerja yang disiplin, namun dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan konsumen di pasar baru seperti Jakarta.
Dari Bali Menuju Pertumbuhan Jangka Panjang
Selama lebih dari sebelas tahun, Bali menjadi fondasi pertumbuhan Dough Darlings sekaligus etalase bagi pasar global. Posisi ini membuka peluang kerja sama lintas negara, meski Ivan menegaskan bahwa pemilihan mitra dilakukan secara selektif dan berbasis kesamaan visi.
Ke depan, Dough Darlings terus mengembangkan lini gluten-free dan vegan serta memperkuat kanal penjualan online setelah periode pop-up berakhir. Ivan meyakini bahwa kekuatan utama bisnis F&B terletak pada kreativitas produk dan konsistensi kualitas, bukan pada perang harga. Dengan strategi tersebut, Dough Darlings optimistis dapat memperluas pasar sambil tetap menjaga karakter rasa lokal yang menjadi identitas utamanya.
