Navaswara.com – Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin pertemuan perdana Menteri Luar Negeri–Menteri Pertahanan (2+2) Indonesia–Türkiye, beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Luar Negeri Türkiye Hakan Fidan dan Menteri Pertahanan Türkiye Yaşar Güler. Format 2+2 ini merupakan tindak lanjut kesepakatan Presiden kedua negara dalam pertemuan Indonesia–Türkiye High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) pada Februari 2025.
Sugiono menyebut pertemuan 2+2 menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif Indonesia–Türkiye.
“Indonesia hanya menyelenggarakan pertemuan 2+2 dengan sejumlah mitra tertentu. Ini mencerminkan kepercayaan dan komitmen jangka panjang untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Türkiye,” kata Sugiono.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama di bidang pertahanan dan industri pertahanan, energi, perdagangan, serta investasi. Para menteri juga bertukar pandangan mengenai isu regional dan global.
Di bidang ekonomi, Indonesia dan Türkiye sepakat mendorong percepatan penyelesaian Preferential Tariff Agreement (PTA) terbatas sebagai langkah awal menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Kerja sama investasi juga diarahkan ke sektor energi, pertambangan, petrokimia, dan pengembangan kendaraan listrik.
Terkait isu kawasan, kedua negara menegaskan dukungan terhadap gencatan senjata di Gaza serta penguatan kerja sama multilateral. Indonesia juga kembali menyatakan dukungan atas upaya Türkiye menjadi ASEAN Full Dialogue Partner.
