Navaswara.com – Kawasan Uluwatu kian menarik perhatian pelaku industri perhotelan seiring posisinya yang menguat sebagai destinasi wisata dengan karakter alam dan budaya yang khas. Bentang tebing, ombak, dan ritme budaya membuat Uluwatu memiliki daya tarik yang berbeda dibanding kawasan wisata Bali lainnya. Minat terhadap wilayah ini tidak hanya datang dari wisatawan, tetapi juga investor dan operator hotel yang melihat potensi jangka panjang di luar kawasan Bali selatan yang lebih padat. Dalam konteks tersebut, pengembangan properti baru di Uluwatu mulai bergerak dengan pendekatan yang lebih terukur dan berorientasi nilai.
Cross Hotels & Resorts menandatangani pengembangan Cross Bali Uluwatu, resor upper-upscale yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028. Properti ini berlokasi sekitar 200 meter dari Pantai Suluban, kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat selancar dan lanskap budaya paling kuat di Bali. Proyek tersebut menjadi langkah lanjutan ekspansi Cross Hotels & Resorts di Indonesia, dengan fokus pada destinasi yang memiliki daya tarik lokasi sekaligus prospek komersial jangka panjang.
Resor ini dikembangkan bersama PT The Cube Group dan dirancang sebagai properti dengan 120 kamar. Arsitekturnya bertingkat untuk membuka pandangan ke samudra dan matahari terbenam, sekaligus menyesuaikan kontur kawasan Uluwatu. Fasilitas dan amenitas disiapkan pada level upper-upscale, dengan penekanan pada pengalaman menginap yang berangkat dari desain serta keterhubungan dengan lingkungan sekitar.
Executive Director Cross Hotels & Resorts, Jihong An, mengatakan Uluwatu memiliki posisi strategis dalam peta pariwisata Bali. “Cross Bali Uluwatu merepresentasikan arah pertumbuhan kami yang berangkat dari lokasi bermakna, kemitraan yang solid, dan desain yang memiliki tujuan. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan hotel berkinerja tinggi di pasar yang memadukan kekuatan budaya dan potensi komersial,” ujar dia dalam keterangan tertulis.
Dari sisi pengembang, PT The Cube Group menempatkan proyek ini sebagai investasi jangka panjang yang berakar pada karakter tempat. Director dan Co-Founder PT The Cube Group, Dauren Nurgaliev, menyebut setiap proyek yang mereka kembangkan berangkat dari hubungan dengan lanskap setempat. “Kami melihat Uluwatu sebagai kawasan dengan pengaruh alam dan budaya yang kuat. Aset yang dibangun harus memiliki niat yang jelas, menghormati konteks, dan mampu bertahan lintas generasi,” kata Dauren.
Country Manager Indonesia Cross Hotels & Resorts, Evan Burns, menilai proyek ini mencerminkan filosofi Luxury by Design yang diusung grup tersebut. Menurut dia, setiap ruang dan pengalaman di Cross Bali Uluwatu dirancang untuk merefleksikan karakter destinasi. “Kolaborasi dengan PT The Cube Group memberi ruang untuk menghadirkan resor yang selaras dengan jiwa Uluwatu sekaligus relevan bagi tamu masa kini,” ujarnya.
Pengembangan Cross Bali Uluwatu menambah portofolio Cross Hotels & Resorts di Indonesia, khususnya di Bali yang tetap menjadi magnet utama pariwisata. Kehadiran resor ini diharapkan memperkuat posisi Cross sebagai operator yang menempatkan desain, konteks lokal, dan kinerja bisnis dalam satu garis yang seimbang, seiring pertumbuhan industri perhotelan nasional.
