Navaswara.com – Belakangan, istilah Flamingo Era ramai dibicarakan sebagai cermin pengalaman banyak ibu. Metafora ini terinspirasi dari burung flamingo betina yang kehilangan warna merah mudanya saat menyusui dan merawat anak. Seluruh energi dan nutrisinya tercurah untuk sang anak, membuat warna tubuhnya memudar sementara. Gambaran ini terasa dekat dengan keseharian banyak Bunda, yang perlahan menggeser dirinya ke belakang demi memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi.
Fase awal menjadi ibu sering hadir bersamaan dengan kurang tidur, beban mental yang berkepanjangan, perubahan tubuh, serta rutinitas yang nyaris menyita seluruh waktu. Di titik ini, banyak Bunda merasa dirinya seperti kehilangan warna. Hobi yang dulu akrab mulai jarang disentuh, waktu pribadi terasa mewah, dan rasa percaya diri perlahan tergeser oleh tuntutan pengasuhan yang datang tanpa jeda. Perubahan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh ruang emosional dan identitas diri.
Flamingo Era sesungguhnya bukan kisah tentang kehilangan, melainkan tentang ketulusan memberi. Seperti flamingo yang suatu hari kembali cerah ketika anaknya mandiri, para Bunda pun akan menemukan jalan pulang pada dirinya sendiri. Fase ini membuka percakapan penting tentang kesehatan mental ibu dan mengingatkan bahwa menjadi Bunda tidak berarti berhenti menjadi pribadi yang utuh. Dengan dukungan lingkungan dan ruang untuk bernapas, warna itu akan kembali, sering kali dengan makna yang lebih dalam.
Berangkat dari pengalaman inilah Kalbe Nutritionals melalui Morinaga menghadirkan inisiatif Semua Bunda Dirayakan. Program ini menjadi ajakan untuk menengok kembali perjalanan Bunda yang kerap terlewat dalam kesibukan sehari-hari, sekaligus menegaskan bahwa peran tersebut tetap layak mendapat perhatian dan apresiasi.

Menyambut Hari Ibu, Morinaga mengundang para Bunda di berbagai daerah untuk membagikan hal-hal yang paling mereka rindukan sejak menjalani peran tersebut. Cerita-cerita ini dihimpun melalui Wall of Love yang dihadirkan secara daring dan di sejumlah gerai. Lebih dari seribu Bunda ikut berpartisipasi, menyampaikan kerinduan yang beragam, mulai dari keinginan mengembangkan diri, menikmati kembali hobi sederhana, hingga memiliki waktu sendiri tanpa rasa bersalah.
Dari kisah-kisah tersebut, Morinaga menemukan bahwa kerinduan para Bunda bersifat sangat personal dan dekat dengan keseharian. Sekitar tiga puluh persen mengungkapkan keinginan untuk memiliki waktu me time. Hampir lima belas persen merindukan kembali kebersamaan dengan teman, sementara persentase serupa ingin kembali belajar atau mengembangkan potensi diri yang sempat tertunda. Temuan ini memperlihatkan bahwa di balik pengasuhan yang dijalani sepenuh hati, setiap Bunda tetap membawa mimpi, minat, dan kebutuhan yang ingin terus tumbuh.
Kenty Novita Pratiwi selaku Senior Brand Manager Morinaga mengatakan, “Morinaga menghargai perjalanan setiap Bunda sebagai penentu pilihan terbaik untuk si kecil, termasuk seluruh perubahan yang mereka alami. Kami percaya tumbuh kembang anak berjalan beriringan dengan tumbuhnya seorang Bunda yang terus belajar dan beradaptasi setiap hari.”
Ia melanjutkan, “Memasuki fase Flamingo Era, Morinaga ingin hadir sebagai teman perjalanan yang mengingatkan bahwa kebahagiaan Bunda memberi dampak besar bagi keluarga. Melalui Semua Bunda Dirayakan, kami berharap Bunda bisa kembali merasakan warna dirinya sendiri.”

Sebagai wujud apresiasi, Morinaga mewujudkan kerinduan sepuluh Bunda terpilih melalui pengalaman yang bermakna, dari waktu rehat sederhana hingga aktivitas yang memberi ruang bagi diri mereka. Inisiatif ini menjadi pengingat bahwa perjalanan personal Bunda layak dirayakan.
Puncak perayaan berlangsung di Hari Ibu lewat acara Suara Untuk Bunda. Acara ini dirancang sebagai ruang aman bagi para Bunda untuk berhenti sejenak dan merayakan diri. Dalam kesempatan tersebut, Morinaga berkolaborasi dengan Nyanyi Bareng Jakarta, komunitas bernyanyi yang dikenal menghadirkan kebersamaan dan koneksi emosional melalui musik.
Melalui sesi bernyanyi bersama yang inklusif, para Bunda diajak mengekspresikan perasaan dan terhubung satu sama lain tanpa penilaian. Lagu-lagu yang akrab menjadi medium untuk melepaskan emosi dan merasakan kebersamaan yang hangat.
Rangkaian acara ini juga menghadirkan instalasi Digital Wall of Love yang menampilkan cerita, impian, dan harapan para Bunda dari berbagai wilayah di Indonesia. Instalasi tersebut menjadi simbol bahwa setiap cerita layak didengar dan dihargai. Lebih dari empat dekade bersama keluarga Indonesia, Morinaga menegaskan komitmennya untuk mendampingi perjalanan anak dan Bunda secara beriringan. Waktu terus bergerak, dan setiap perjalanan Bunda menyimpan warna yang pantas dirayakan.
