Navaswara.com – Sutradara Indonesia, Joko Anwar, dianugerahi gelar Chevalier de l’ordre des Arts et des Lettres oleh Pemerintah Prancis. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya di bidang seni dan budaya melalui karya-karya filmnya.
Penganugerahan dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah upacara di Gedung Kementerian Kebudayaan Prancis, Paris, belum lama ini.
Melalui akun media sosial X miliknya, Joko Anwar menjelaskan bahwa gelar Chevalier merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan Kementerian Kebudayaan Prancis kepada seniman dan tokoh budaya yang dinilai memiliki kontribusi penting, baik di Prancis maupun di tingkat internasional.
“Chevalier berarti ksatria. Penghargaan ini diberikan kepada seniman, penulis, pembuat film, musisi, dan tokoh budaya lain yang berkontribusi pada pengembangan seni dan budaya,” tulis Joko, kemarin.
Dalam sambutannya, Rachida Dati menilai Joko Anwar sebagai pembuat film yang memiliki pendekatan khas dalam berkarya. Ia menyebut filmografi Joko mencakup beragam genre dengan kebebasan artistik yang kuat, serta berhasil memadukan budaya tradisional dengan komentar sosial.
“Filmografi Anda mencakup berbagai genre dengan kebebasan yang langka. Anda menciptakan kembali genre tersebut dengan visi naratif yang mendalam dan estetika yang khas,” ujar Dati, seperti dikutip Joko.
Dati juga menyebut Joko Anwar sebagai salah satu pembuat film Asia yang berpengaruh dan berperan dalam membentuk perkembangan sinema Indonesia di kancah internasional.
Selama lebih dari dua dekade berkarya, Joko Anwar dikenal melalui sejumlah film, di antaranya Pengabdi Setan, Perempuan Tanah Jahanam, dan Impetigore, yang memperoleh pengakuan kritis sekaligus sukses secara komersial.
Dalam pidato penerimaannya, Joko mengatakan genre horor, thriller, dan komedi kerap ia gunakan sebagai medium untuk membicarakan isu-isu sosial yang lebih luas.
“Melalui genre-genre tersebut, saya berusaha membicarakan hal-hal yang sering kali sulit disampaikan secara langsung, seperti ketidakadilan, kekuasaan, serta relasi manusia dengan lingkungannya,” ujarnya.
Dengan penganugerahan ini, Joko Anwar bergabung dalam daftar tokoh budaya dunia yang pernah menerima Ordre des Arts et des Lettres, di antaranya David Lynch, Pedro Almodóvar, Meryl Streep, dan Hayao Miyazaki.
Joko menegaskan, penghargaan tersebut ia pandang sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi seniman Indonesia di tingkat global.
“Bagi saya, ini bukan pencapaian pribadi, melainkan pengakuan terhadap kemajuan dan kontribusi para seniman Indonesia,” pungkasnya.
