Navaswara.com – Ruang Integrated Planning and Control (IPC TPK) di Tanjung Priok siang itu terasa lebih hangat dari biasanya. Beberapa staf tampak menyiapkan layar presentasi, sementara perwakilan manajemen menyambut tamu asing yang baru saja tiba. Senyum ramah berganti jabat tangan ketika Morten Kruse, Head of Trade Kedutaan Denmark, memasuki ruangan didampingi Ryuki Ritchie, Trade Associate. Kunjungan pada Kamis (18/9) itu bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bagian dari upaya menjajaki peluang kerja sama di sektor maritim yang kian strategis.
Indonesia dan Denmark memiliki kesamaan kepentingan di bidang kelautan. Dengan garis pantai yang panjang dan posisi geografis penting, Indonesia bergantung pada pelabuhan untuk menjaga arus perdagangan tetap hidup. Denmark, sebagai salah satu negara dengan industri maritim maju di Eropa, melihat peluang untuk memperkuat hubungan bilateral melalui sektor kepelabuhanan.
Dalam pertemuan tersebut, Morten Kruse menyampaikan apresiasi atas kiprah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dalam memperkuat infrastruktur pelabuhan nasional. “Konektivitas maritim Indonesia sangat vital, bukan hanya untuk ekonomi domestik, tetapi juga dalam rantai perdagangan global. Kami melihat banyak ruang bagi kerja sama dan pertukaran pengalaman di sektor ini,” ungkapnya.
Di sisi tuan rumah, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)—yang merupakan cucu usaha Pelindo—menunjukkan bagaimana sistem kerja berbasis perencanaan dan pengendalian terintegrasi dijalankan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menegaskan keterbukaan pihaknya terhadap kolaborasi internasional. “Kami menyambut baik kunjungan dari Kedutaan Besar Denmark. Harapannya, kerja sama ini dapat membawa inovasi dan standar layanan yang lebih tinggi, sehingga pelabuhan Indonesia semakin kompetitif di tingkat global,” ujarnya.
Pertemuan itu juga dihadiri Ganesa Rigshady, SVP Perencanaan dan Pengembangan Operasi Pelindo Terminal Petikemas. Diskusi berlangsung dengan nuansa terbuka, membicarakan peluang kerja sama dalam pengembangan dan pengelolaan pelabuhan. Pihak Denmark menaruh minat khusus pada upaya Pelindo memperluas jaringan internasional dan menghadirkan layanan kepelabuhanan berkelas dunia.
Latar belakang urgensi kerja sama ini tak lepas dari data Kementerian Perhubungan yang menyebut sekitar 90 persen barang ekspor-impor Indonesia masih bergantung pada jalur laut. Dengan tantangan globalisasi dan persaingan antar pelabuhan di kawasan Asia, peningkatan kualitas infrastruktur dan manajemen pelabuhan menjadi krusial.
Bagi IPC TPK, kunjungan ini bukan sekadar diplomasi singkat. Ia mencerminkan bagaimana dialog lintas negara dapat membuka jalan menuju kolaborasi yang lebih luas, demi memastikan pelabuhan Indonesia mampu bersaing dalam peta perdagangan dunia yang terus berubah.
