Navaswara.com – Kabar menggembirakan datang dari jagat sinema Tanah Air, khususnya bagi para penggemar kisah asmara legendaris Dilan. Setelah sukses besar di layar lebar, Falcon Pictures memastikan bahwa cerita Dilan akan berlanjut ke babak kehidupan yang lebih dewasa melalui dua film sekuel: Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam.
Pertanyaan besar yang selama ini menggantung, “Siapa yang akan memerankan Dilan yang beranjak dewasa ini?” akhirnya terjawab dalam konferensi pers yang digelar di kantor Falcon Pictures, Duren Tiga, Jakarta Selatan, kemarin. Jawabannya, tak pelak, mengejutkan banyak pihak, mulai dari awak media hingga kru yang hadir.
Sosok ikonik yang didapuk untuk mengambil tongkat estafet peran Dilan adalah Ariel NOAH. Vokalis kondang ini telah dipastikan akan menghidupkan karakter Dilan di masa-masa kuliah hingga kehidupan selanjutnya.
Penulis novel, Pidi Baiq, memaparkan keyakinannya yang bulat, “Akhirnya untuk film Dilan ini saya sejuta persen setuju Dilan-nya adalah Ariel NOAH,” ujarnya.
Tantangan dan Mimpi Lama
Ariel, yang hadir dengan senyum khasnya, menceritakan proses panjang di balik kesediaannya menerima tawaran comeback di dunia seni peran ini.
“Waktu itu dihubunginnya bukan sekali. Jadi pas pertama kali ngobrol langsung to the point, ada ide ini dijabarkan, kan itu berat ya. Begitu dikasih tahu, ‘Wah ini sih kelas kakap ini’,” papar Ariel.
Menyadari karakter Dilan sudah begitu melekat dan kuat di benak publik, Ariel mengaku perlu memikirkannya berkali-kali. Namun, kecintaannya pada seni dan prinsip hidupnya mendorongnya untuk mengambil tantangan tersebut.
“Saya kan suka seni, jadi saya mesti harus coba selama saya masih hidup,” lanjut musisi berusia 44 tahun ini. Mengaku dirinya yang berzodiak Virgo cenderung selektif, tawaran ini disebutnya “agak berat,” sehingga proses pertimbangannya memakan waktu lama, hingga akhirnya “bulat” untuk menerima.
Lebih dari sebuah tantangan akting, proyek Dilan ITB 1997 rupanya menjadi cara tak terduga bagi Ariel untuk mewujudkan mimpi lamanya yang tertunda. Jauh sebelum dikenal sebagai vokalis sukses, Ariel ternyata pernah bermimpi menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Saya, tuh, waktu dulu sempat lulus SMA itu sempat daftar ke ITB sebetulnya, jadi, ngambil jurusan Seni Rupa. Tapi, enggak keterima,” kenang Ariel. “Pengen banget masuk Seni Rupa ITB waktu itu, tapi enggak keterima. Masuknya habis itu di Unpar jadinya jadi arsitek.”
Kini, melalui film, Ariel akhirnya bisa merasakan atmosfer impian lamanya. “Jadi pas ini, wah ini, ini salah satu yang relate, gue pengen ngerasain jadi mahasiswa Seni Rupa ITB kaya gimana sih,” ujarnya penuh makna.
Ariel juga menaruh minat pada kedalaman karakter Dilan dewasa. Ia menilai pemikiran Dilan semakin kompleks seiring bertambahnya usia, menjanjikan materi yang menarik untuk dieksplorasi.
Pidi Baiq: Ariel Punya “Bau-Bau Dilan”
Sementara itu, Pidi Baiq menjelaskan alasan tunggal di balik penunjukan Ariel. Sejak awal, ia merasa tak ada sosok lain yang lebih pas.
“Kan saya sudah bilang, Ariel itu banyak betul. Selain Ariel, berarti saya enggak mau asal milih, kan? Banyak banget. Kok di otak saya teh Ariel terus ya?” ujar Pidi, mengisyaratkan bahwa Ariel memiliki aura yang mengingatkannya pada Dilan, sama seperti ketika ia memilih Iqbaal Ramadhan di film-film sebelumnya.
Baik Pidi Baiq maupun sutradara Fajar Bustomi menemukan banyak kemiripan antara Ariel dan Dilan:
Hobi Motoran dan Musik: Gaya hidup Ariel yang lekat dengan motor dan dunia musik selaras dengan karakter Dilan.
Bakat Seni: Ariel ternyata memiliki bakat melukis yang mumpuni.
Vokalis Band: Pidi mengungkap, Dilan dalam ceritanya juga seorang vokalis band indie, persis seperti latar belakang Ariel.
Pidi Baiq pun berpesan khusus kepada Ariel untuk tidak berusaha meniru gaya Dilan yang lama. “Saya pikir nanti, ya sudah, ‘Kau adalah Dilan,’. Jangan kau berusaha menjadi Dilan dalam akting, enggak usah.”
Keputusan ini juga menjadi salah satu kegiatan Ariel di tengah masa vakum NOAH, selain hobinya bermotor.
Falcon Pictures memastikan bahwa proses pengambilan gambar untuk Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam akan dimulai pada Desember 2025, dengan rencana penayangan di tahun 2026.
