Navaswara — Bagi aktris Pevita Pearce, hidup tidak selalu harus berlari cepat. Di tengah tekanan media sosial dan gaya hidup modern yang serbacepat, ia mengajak generasi muda untuk berhenti sejenak dan menyadari bahwa setiap orang memiliki jalur dan waktunya masing-masing. Pandangan ini lahir dari refleksi panjang tentang arti bertumbuh, berproses, dan memiliki kendali atas hidup sendiri.
“Dengan gaya hidup dan media sosial, secara tidak sadar kita sering berpikir bahwa kehidupan itu seperti perlombaan. Melihat orang lain melakukan sesuatu, kita jadi merasa tertinggal dan harus segera menyusul agar terlihat lebih baik,” ujar Pevita. Ia menilai pandangan seperti ini kerap menciptakan tekanan yang tidak perlu dan justru mengaburkan makna hidup yang sebenarnya.
Pevita menganggap keberanian untuk memulai menjadi langkah paling penting dalam perjalanan menuju perubahan. “Hidup bukan sebuah kompetisi. Kita semua memiliki jalan kita sendiri. Yang terpenting adalah berani memulai. Cobalah melangkah, langkah pertama, kedua, dan seterusnya,” katanya. Ia menegaskan bahwa tidak ada istilah terlambat, sebab setiap langkah kecil yang diambil dengan kesadaran akan membawa seseorang semakin dekat pada versi terbaik dirinya.
Pesan reflektif itu sejalan dengan isi bukunya yang baru diluncurkan, The Greatest Role, yang membahas tentang bagaimana seseorang dapat memerankan karakter terbaik dalam hidupnya, yaitu dirinya sendiri. Buku ini menggambarkan perjalanan batin Pevita dalam mengenali pola pikir, kebiasaan, dan narasi yang kerap membatasi diri. “Aku percaya tidak ada yang namanya ‘terlambat’. Semua berawal dari keberanian untuk mengambil langkah pertama,” tuturnya.

Ia juga menyinggung bagaimana pikiran negatif dapat menjadi penghalang terbesar dalam proses bertumbuh. “Banyak orang punya belief system seperti ‘aku malas’, ‘aku enggak bisa nabung’, atau ‘aku terlalu tua’. Padahal, sebagian besar yang otak kita katakan itu tidak benar,” katanya. Pevita menilai, penting bagi setiap orang untuk menantang pikiran-pikiran itu dengan kesadaran baru. “Kadang kita menulis di kepala sendiri alasan untuk berhenti karena takut menghadapi perubahan, padahal tekanan itu justru yang membuat kita tumbuh,” ujarnya.
Perjalanan kariernya di dunia akting pun membentuk disiplin dan ketangguhan mental. Pevita menceritakan betapa padatnya jadwal syuting yang bisa berlangsung hingga belasan jam dalam sehari. “Banyak yang bilang jadi aktor pasti enak. Enggak, harus bangun pagi banget. Kadang syuting mulai jam lima sore sampai delapan pagi,” katanya. Namun, di balik rutinitas panjang itu, ia menemukan satu hal yang penting: waktu pagi hari menjadi momen untuk memusatkan diri. “Di pagi hari itu, hanya saat itulah kita punya kendali atas diri sendiri. Itu bisa membangun pola pikir yang tangguh menghadapi hari,” ucapnya.
Menurut Pevita, kendali diri adalah kunci agar seseorang tidak sekadar hidup mengikuti arus. Ia mengutip kalimat dari suaminya yang menjadi pegangan dalam hidupnya: “Only fish that follow the flow. Jadi kita harus menciptakan arus kita sendiri.” Baginya, setiap individu perlu menentukan arah hidupnya dan tidak membiarkan dunia luar mendikte langkah yang diambil.
Melalui pemikiran-pemikiran reflektifnya, Pevita menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu mudah, tetapi selalu layak diperjuangkan. Hidup bukan tentang menjadi yang tercepat, melainkan tentang menjadi sadar, berani, dan konsisten. Prinsip inilah yang juga relevan dengan filosofi The Power of Early yang diusung Bank Saqu dalam kolaborasinya bersama IdeaFest 2025.
Konsistensi menjadi kunci keberhasilan, baik dalam hidup maupun keuangan. Prinsip itu dibawa Bank Saqu saat kembali hadir di IdeaFest 2025 sebagai Official Banking Partner untuk kedua kalinya. Tahun ini, layanan perbankan digital milik Astra Financial dan WeLab tersebut membawa semangat “The Power of Early”, sebuah filosofi yang mengajak generasi muda membangun kesadaran lebih awal dalam menata hidup dan keuangan. Melalui tema tersebut, Bank Saqu ingin menumbuhkan budaya kesiapan dan disiplin di kalangan anak muda, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memperkuat literasi finansial di Indonesia.
Dengan semangat yang sama, baik Pevita maupun Bank Saqu menegaskan bahwa keberhasilan tidak lahir dari kecepatan, melainkan dari keberanian untuk memulai lebih awal dan konsisten melangkah di jalur sendiri.
