Semarang Bersiap, 2.833 Kafilah MTQ Nasional Segera Tiba di Jawa Tengah

Navaswara.com – Semarang mulai bersiap menyambut ribuan tamu dari berbagai penjuru Indonesia. Di sejumlah lokasi, persiapan venue terus dikebut, sementara layanan transportasi, kesehatan hingga pendampingan kafilah dimatangkan agar pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI 2026 berlangsung lancar dan memberi pengalaman terbaik bagi para peserta.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mematangkan persiapan sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI yang akan berlangsung di Kota Semarang pada 11 hingga 20 September 2026. Sekitar 2.833 kafilah dan ofisial dari 38 provinsi diperkirakan hadir, dengan total orang yang terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan diproyeksikan mencapai sekitar 7.000 orang.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Iwanuddin Iskandar mengatakan, seluruh persiapan terus dikawal bersama, mulai dari kesiapan venue, layanan kafilah, transportasi, kesehatan hingga kebutuhan pendukung lainnya.

“Kami secara berkelanjutan melakukan pemantauan di Lapangan Simpang Lima Semarang, yang akan menjadi venue utama,” kata Iwan saat acara Pemaparan Kesiapan Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Dari 12 venue musabaqah yang disiapkan, lima lokasi masih dalam proses penyelesaian. Salah satunya Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi venue utama.

Selain Simpang Lima, sejumlah lokasi yang disiapkan antara lain Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah, serta sejumlah gedung di lingkungan Universitas Diponegoro.

Iwan mengatakan pihak ketiga yang telah ditetapkan sebagai penyedia terus bekerja sesuai jadwal untuk memastikan seluruh venue dapat digunakan saat pelaksanaan MTQ Nasional.

Kesiapan pelayanan peserta juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan koordinasi tim penghubung atau Liaison Officer (LO) dengan 38 provinsi, sebanyak 2.833 kafilah dan ofisial diperkirakan akan datang ke Jawa Tengah.

Jumlah tersebut berpotensi bertambah dengan kehadiran pendamping dan rombongan lainnya. Karena itu, total orang yang terlibat dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.

Untuk memastikan setiap kafilah mendapatkan pendampingan, Pemprov Jawa Tengah melibatkan 190 ASN dari 38 perangkat daerah sebagai tim penghubung. Mereka akan mendampingi kafilah mulai dari kedatangan, selama mengikuti rangkaian kegiatan, hingga kepulangan.

Dari sisi transportasi, panitia menyiapkan 15 bus berkapasitas 50 penumpang, lima truk box, 63 unit Toyota Hiace, serta 76 unit Innova Reborn. Armada tersebut akan digunakan untuk mendukung penjemputan, pengantaran, dan mobilitas kafilah, dewan hakim, panitera, serta panitia.

Layanan kesehatan juga disiapkan selama 24 jam sepanjang pelaksanaan MTQ, mulai 11 hingga 20 September 2026. Tim kesehatan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk lokasi registrasi, venue utama, venue musabaqah, area pameran, sekretariat, dan hotel tempat kafilah menginap.

Sejumlah rumah sakit juga disiapkan sebagai fasilitas rujukan, di antaranya RSUP Dr Kariadi, RS Nasional Diponegoro, RS KRMT Wongsonegoro, SMC RS Telogorejo, serta RSUD Dr Adhyatma MPH atau Tugurejo.

Tidak Hanya Perlombaan

MTQ Nasional XXXI tidak hanya dipersiapkan sebagai ajang kompetisi seni membaca Al-Qur’an. Pemerintah Jawa Tengah juga menyiapkan sejumlah agenda pendukung yang diharapkan dapat memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satunya pameran MTQ yang akan digelar di kawasan eks EPlaza atau Gama Plaza. Pameran tersebut akan menghadirkan sekitar 150 booth yang diisi kementerian/lembaga, 38 provinsi, 35 kabupaten/kota, serta pelaku UMKM Jawa Tengah.

Keterlibatan UMKM membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada ribuan tamu yang datang dari berbagai daerah. Dengan demikian, kehadiran MTQ Nasional diharapkan memberi efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga akan diisi pawai ta’aruf pada 12 September 2026, seminar internasional bertema moderasi beragama di Universitas Negeri Semarang, Dugderan di Masjid Agung Semarang Kauman, Festival Rebana, Festival Kaligrafi, expo dan pameran produk, hingga job fair.

Pemerintah Jawa Tengah juga menyiapkan city tour bagi para kafilah untuk memperkenalkan sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan MTQ Nasional sebagai momentum promosi daerah sekaligus memperkuat sektor pariwisata ramah Muslim.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menekankan agar penyelenggaraan MTQ Nasional tidak berhenti pada aspek perlombaan. Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dan tamu harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Karena itu, sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, serta berbagai kegiatan pendukung dipersiapkan agar momentum nasional tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Iwanuddin berharap seluruh peserta dari berbagai provinsi dapat merasakan pelayanan terbaik selama berada di Jawa Tengah.

“Kepada seluruh peserta, kepada seluruh provinsi se-Indonesia, kami melayani dengan sepenuh hati, dan kami juga memohon kepada pemerintah pusat untuk memberikan kontribusi yang terbaik pada MTQ Nasional XXXI, sehingga Jateng yang menjadi tuan rumah akan selalu di hati para peserta,” harap Iwanuddin.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Jawa Tengah tidak hanya bersiap menjadi tempat berlangsungnya kompetisi. Semarang juga tengah menyiapkan diri menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai daerah, sekaligus memperkenalkan wajah Jawa Tengah melalui keramahan, budaya, destinasi wisata, dan produk UMKM lokal.

Tinggal menghitung hari menuju MTQ Nasional XXXI. Ikuti perkembangan persiapan Jawa Tengah, kisah para kafilah, UMKM, pariwisata, dan berbagai peristiwa Nusantara hanya di Navaswara.com.