Navaswara.com – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia kembali mencatatkan pertumbuhan. Pada Juli 2026, jumlah kunjungan menembus 1,53 juta, menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta kunjungan. Angka ini naik 9,99 persen dibandingkan Juni 2026 secara bulanan (month-to-month/mtm).
Jika dibandingkan dengan Juli 2025, jumlah tersebut juga tumbuh 2,95 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian 1,53 juta kunjungan menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2019. Lonjakan ini terjadi di tengah periode ramai kunjungan wisatawan ke Indonesia.
Periode Juni-September merupakan salah satu musim ramai pariwisata Indonesia, seiring dengan liburan musim panas di Eropa dan Amerika. Juli-Agustus biasanya menjadi periode puncak atau peak season, ketika jumlah wisatawan mancanegara meningkat.
Secara kumulatif, sepanjang Januari-Juli 2026, Indonesia telah menerima 8,98 juta kunjungan wisman. Angka tersebut meningkat 5,23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Capaian kunjungan wisman Januari sampai Juli 2026 merupakan capaian tertinggi sejak 2020,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Malaysia Sumbang Wisman Terbanyak
Malaysia menjadi negara asal wisman dengan kontribusi terbesar pada Juli 2026.
Berdasarkan negara asal menurut paspor, wisatawan asal Malaysia menyumbang 15 persen dari total kunjungan atau sekitar 228,71 ribu kunjungan.
Australia berada di posisi kedua dengan kontribusi 12,34 persen atau sekitar 188,25 ribu kunjungan. Sementara itu, Tiongkok menempati posisi ketiga dengan kontribusi 10,28 persen atau sekitar 156,57 ribu kunjungan.
Menariknya, kunjungan wisman asal Tiongkok mencatat pertumbuhan signifikan. Jumlahnya melonjak 33,4 persen dibandingkan Juni 2026.
Adapun kunjungan wisatawan asal Australia tumbuh 12,39 persen secara bulanan.
Capaian pada Juli turut memperkuat tren pemulihan dan pertumbuhan kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang 2026, terutama saat memasuki periode peak season pariwisata.
