Program Akselerasi Usaha Lokal Kemendag Hadirkan Dukungan Baru untuk UMKM Indonesia

Navaswara.com – Semangat Kemerdekaan RI ke-81 menjadi momentum bagi Shopee Indonesia bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri melalui Program Akselerasi Usaha Lokal. Inisiatif tersebut menghadirkan enam bentuk dukungan bagi penjual lokal, mulai dari peningkatan penjualan hingga perlindungan merek.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengatakan program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pengusaha lokal pada berbagai tahap perkembangan bisnis. Dukungan yang diberikan meliputi peningkatan penjualan dan keterampilan digital, akses pasar global, efisiensi operasional, serta perlindungan HAKI dan merek dagang.

“Melalui Program Akselerasi Usaha Lokal, kami ingin menghadirkan dukungan yang semakin relevan dengan kebutuhan penjual di setiap tahap perkembangan bisnisnya, mulai dari meningkatkan penjualan dan keterampilan digital, membuka akses ke pasar global, meningkatkan efisiensi operasional, hingga melindungi HAKI dan merek dagang,” ujar Balques dalam peluncuran program di Caping Gunung, Taman Mini Indonesia Indah, Kamis (13/8).

Program tersebut mengusung tiga fokus utama, yakni Akselerasi Usaha, Akselerasi Operasional, dan Akselerasi Perlindungan. Ketiganya diterjemahkan ke dalam enam fasilitas, yakni Voucher Akselerasi Usaha Lokal, Kampus UMKM Shopee Kelas Online, Program Ekspor Shopee FLEXI, Pengelolaan Program Saya, layanan Dikelola Shopee, serta Brand IP Portal.

Pada aspek Akselerasi Usaha, Shopee menghadirkan Voucher Akselerasi Usaha Lokal berupa voucher toko senilai Rp500 ribu per bulan untuk toko dengan 100 persen produk lokal. Voucher tersebut diberikan setiap tanggal 17 sejak Mei 2026 dan tercatat lebih dari 130.000 voucher digunakan setiap bulan.

Dukungan lain hadir melalui Kampus UMKM Shopee Kelas Online yang menyediakan pelatihan digital tanpa biaya dengan kelas reguler setiap Senin hingga Jumat. Materinya meliputi promosi, affiliate, Shopee Live, hingga iklan. Sejak 2021, program tersebut telah memberikan pelatihan kepada jutaan UMKM di 514 kabupaten dan kota melalui 350 ribu jam pelatihan serta 400 modul.

Shopee juga membuka peluang ekspansi melalui Program Ekspor Shopee FLEXI. Penjual dapat mengelola toko luar negeri dari Indonesia, termasuk menentukan harga, promosi, iklan, hingga kampanye. Penjual baru juga memperoleh fasilitas bebas Biaya Layanan dan Biaya Administrasi yang lebih rendah selama tiga bulan pertama bergabung.

Sementara itu, Akselerasi Operasional diperkuat melalui fitur Pengelolaan Program Saya dan layanan Dikelola Shopee. Pengelolaan Program Saya hadir sebagai dashboard untuk memantau informasi, keuntungan, dan biaya program promosi opsional, sedangkan Dikelola Shopee membantu pengelolaan stok, pesanan, pengiriman, hingga pengembalian barang dari lokasi gudang strategis.

Untuk aspek perlindungan, Shopee menghadirkan Brand IP Portal sebagai portal terintegrasi untuk pendaftaran dan pelaporan HAKI. Pemilik usaha dapat melaporkan dugaan pelanggaran merek di Shopee, termasuk peredaran produk plagiasi maupun penyalahgunaan merek.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso menyampaikan apresiasi terhadap langkah Shopee dalam memperkuat daya saing produk lokal sekaligus meningkatkan transparansi bagi pelaku usaha. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan amanat Permendag Nomor 19 Tahun 2026 mengenai pengutamaan produk dalam negeri di ekosistem digital.

“Kami mengapresiasi Shopee yang hari ini meluncurkan program baru sesuai yang diamanatkan dalam Permendag Nomor 19 Tahun 2026. Shopee merespon dengan cepat peraturan ini dengan meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal,” kata Budi.

Dukungan terhadap usaha lokal juga terlihat dari alokasi bantuan Shopee sepanjang semester pertama 2026 yang mencapai lebih dari Rp100 miliar. Program tersebut melanjutkan dukungan terhadap produk dalam negeri yang sebelumnya hadir melalui kanal Shopee Pilih Lokal sejak 2018.

Dampaknya mulai dirasakan pelaku usaha seperti Ayu May Fakih, pemilik brand Hijaberlin. Sejak menerima Voucher Akselerasi Usaha Lokal pada Mei 2026, Hijaberlin mencatat kenaikan jumlah transaksi sebesar 40 persen.

“Sebagai pengusaha lokal, dukungan yang membantu produk kami lebih mudah ditemukan pembeli sangat berarti bagi perkembangan bisnis. Sejak mendapatkan Voucher Akselerasi Usaha Lokal, kami merasakan peningkatan transaksi sekaligus kesempatan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan,” ujar Ayu.

Semangat mendukung produk lokal turut hadir melalui 17.8 Festival Pilih Lokal. Lewat kampanye tersebut, Shopee menghadirkan Koleksi Spesial Kemerdekaan RI yang mengajak konsumen menemukan dan berbelanja produk lokal sebagai bagian dari momentum perayaan Hari Kemerdekaan.