Navaswara.com – Kiniko Art Space, Yogyakarta, menghadirkan pameran seni bertajuk “Tanam Semula: Duri-Duri Kapas” yang mengajak publik menelusuri hubungan antara manusia, alam, dan ingatan melalui karya-karya seni yang ditampilkan.
Sang seniman, Jalaini Abu Hassan, menciptakan deretan karya yang berangkat dari gagasan tentang kapas sebagai material yang lekat dengan kehidupan sehari-hari.
Meski kapas merupakan material yang tampak ringan namun, pameran ini justru menghadirkan metafora tentang duri, luka, serta berbagai persoalan yang menyertai proses bertumbuh, bertahan, dan memulihkan diri.
Ketika melangkahkan kaki ke ruang pameran, kita diajak melihat bagaimana sebuah material yang tampak sederhana bisa menyimpan kisah panjang.
Judul “Tanam Semula” menjadi penanda penting dalam pameran ini. Menanam kembali tidak dimaknai sekadar sebagai aktivitas bercocok tanam. Tapi sebagai upaya merawat, memulihkan, dan membuka kemungkinan baru setelah mengalami kerusakan.
Sementara itu, frasa “Duri-Duri Kapas” menghadirkan kontras yang menarik, memperlihatkan bahwa sesuatu yang tampak lembut pun dapat menyimpan tantangan, rasa sakit, sekaligus daya tahan.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui karya-karya yang mengundang kita untuk tidak hanya melihat, tapi juga merasakan kedekatan emosional dengan tema yang diangkat.

