Navaswara.com — Eks Gedung Kesenian di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, pernah menjadi salah satu fasilitas publik yang identik dengan aktivitas seni dan budaya di Kabupaten Bogor. Kini, bangunan tersebut bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Bogor akan merevitalisasinya menjadi Siliwangi Center, sebuah creative hub yang dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni, dan generasi muda.
Transformasi itu merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas ruang bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif. Tidak hanya mempertahankan fungsi gedung sebagai ruang pertunjukan, kawasan tersebut juga akan dikembangkan menjadi pusat aktivitas kreatif yang memadukan seni, budaya, edukasi, hingga pengembangan usaha kreatif.
Gagasan itu pertama kali disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto pada Juni 2025. Saat itu, ia mengungkapkan rencana menghadirkan Bogor Creative Hub di area belakang Gedung Kesenian sebagai wadah bagi para pelaku seni dan budaya.
“Insyaallah 2026 kita akan bangun yang namanya Bogor Creative Center atau Bogor Creative Hub di Gedung Kesenian tersebut, isinya adalah para pelaku seni dan budaya, pelukis, musisi, dan anak-anak muda,” ujar Rudy kepada wartawan di Cibinong (21/6/2025).
Rencana tersebut kemudian memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah Kabupaten Bogor memulai pembangunan Siliwangi Center, yang diproyeksikan menjadi creative hub pertama di Kabupaten Bogor. Proyek ini memanfaatkan bangunan eks Gedung Kesenian Cibinong yang direvitalisasi menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Menurut Rudy, proyek tersebut telah memasuki tahap penandatanganan kontrak pekerjaan dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Setelah proses penyelesaian dan serah terima pekerjaan, fasilitas itu diharapkan mulai dimanfaatkan masyarakat pada 2027.
“Siliwangi Center yang nantinya juga menjadi tempat pertunjukan teater sudah melalui tahap penandatanganan kontrak dan ditargetkan selesai pada Desember 2026,” ujar Rudy di Cibinong (9/7/2026).
Berbeda dengan fungsi Gedung Kesenian sebelumnya yang lebih banyak digunakan sebagai ruang pertunjukan, Siliwangi Center dirancang dengan fungsi yang lebih luas. Selain menyediakan gedung teater, kawasan ini akan menjadi tempat penyelenggaraan pelatihan, inkubasi bisnis kreatif, pameran, diskusi, hingga berbagai kegiatan seni dan budaya.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mempertemukan pelaku seni, komunitas kreatif, pelajar, hingga pelaku usaha dalam satu ruang yang mendorong kolaborasi. Pemerintah daerah juga menargetkan pusat kreatif ini dapat mendukung pengembangan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari seni pertunjukan, musik, desain, fotografi, film, hingga bidang kreatif lainnya.
Berdasarkan dokumen identifikasi kebutuhan pekerjaan konstruksi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, pembangunan Siliwangi Center diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp29,47 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk merevitalisasi bangunan sekaligus menghadirkan fasilitas yang mendukung aktivitas kreatif secara lebih terpadu.
Bagi Rudy, kehadiran Siliwangi Center bukan hanya menghadirkan gedung baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Di tengah pertumbuhan jumlah komunitas kreatif dan pelaku seni di Kabupaten Bogor, keberadaan ruang bersama dinilai menjadi salah satu kebutuhan yang selama ini belum sepenuhnya tersedia.
Apabila pembangunan berjalan sesuai jadwal, Siliwangi Center akan memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) pada akhir 2026 sebelum mulai beroperasi pada 2027. Setelah itu, tantangan berikutnya bukan lagi pada proses pembangunan fisik, melainkan bagaimana ruang tersebut mampu dihidupkan melalui program, kolaborasi, dan aktivitas kreatif yang berkelanjutan sehingga benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
