10 Kecap Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas, Kecap Manis Indonesia Masuk 4 Besar

Navaswara.com – Bagi banyak orang Asia, kecap bukan hanya pelengkap di meja makan. Hampir setiap dapur rumah hingga restoran memiliki botol kecap yang siap menambah cita rasa makanan.

Dari masakan China, Jepang, Korea Selatan, hingga Indonesia dan Malaysia, kondimen berwarna gelap ini telah menjadi bagian penting dalam berbagai hidangan. Meski sama-sama dibuat dari kedelai yang difermentasi, setiap negara memiliki cara pengolahan berbeda yang membuat rasa, aroma, hingga warna kecap menjadi unik.

Ada kecap yang memiliki rasa dominan asin, ada pula yang cenderung manis. Begitu juga dengan warnanya, mulai dari cokelat muda hingga hitam pekat. Lantas, kecap dari negara mana yang punya cita rasa paling unggul?

Daftar 10 kecap terbaik di dunia versi TasteAtlas mencoba menjawab rasa penasaran tersebut.

TasteAtlas menyusun peringkat berdasarkan penilaian pengguna yang telah diverifikasi. Hingga 24 Juni 2026, tercatat ada 615 penilaian, dengan 551 di antaranya dinyatakan valid oleh sistem.

Meski begitu, TasteAtlas menegaskan, daftar tersebut bukan penilaian mutlak mengenai makanan terbaik di dunia. Peringkat ini dibuat untuk memperkenalkan berbagai makanan tradisional unggulan dari berbagai daerah kepada masyarakat global.

Dalam daftar terbaru, kecap asal China menduduki posisi pertama. Shèng Chóu atau kecap asin ringan menjadi kecap dengan peringkat tertinggi karena memiliki rasa yang ringan, tekstur lebih cair, dan warna yang tidak terlalu gelap.

Menariknya, meski tiga besar ditempati kecap asal China, daftar ini justru didominasi oleh kecap dari Korea Selatan. Sementara, kecap manis Indonesia berhasil menempati posisi keempat sebagai salah satu kecap terbaik dunia.

Berikut daftar lengkap 10 kecap terbaik dunia versi TasteAtlas:

1. Shèng Chóu (Kecap Asin Ringan), China

Shèng Chóu merupakan jenis kecap asin ringan yang memiliki warna lebih bening dan tekstur lebih encer dibandingkan kecap lainnya.

Kecap ini dibuat dari fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air. Sejarahnya berkaitan dengan perkembangan pasta kedelai pada masa Dinasti Han dan Tang.

Rasanya yang gurih membuat Shèng Chóu banyak digunakan sebagai penyedap utama dalam berbagai masakan China.

2. Jiàng Yóu (Kecap Asin Hitam), China

Berbeda dari Shèng Chóu, Jiàng Yóu memiliki warna lebih gelap dan rasa asin yang lebih kuat.

Kecap ini juga dibuat melalui proses fermentasi kedelai, gandum, dan garam yang telah berkembang sejak masa Dinasti Han.

Jenis kecap ini cukup populer dan banyak digunakan dalam berbagai masakan Asia, termasuk di Indonesia.

3. Lǎo Chōu (Kecap Asin Hitam), China

Lǎo Chōu dikenal sebagai kecap dengan tekstur lebih kental dan warna lebih pekat.

Biasanya, kecap ini digunakan untuk memberikan warna cokelat tua sekaligus menghadirkan rasa gurih-manis yang lebih dalam pada makanan.

4. Kecap Manis, Indonesia

Kecap manis menjadi satu-satunya kecap asal Indonesia yang masuk dalam daftar 10 besar.

Berasal dari Pulau Jawa, kecap ini memiliki tekstur kental seperti sirup karena kandungan gula yang tinggi.

Kecap manis merupakan hasil adaptasi dari kecap Tiongkok yang dibawa oleh perantau Tionghoa ke Nusantara. Melimpahnya gula aren di Indonesia kemudian membuat cita rasanya berkembang menjadi lebih manis dan khas.

Kini, kecap manis menjadi salah satu bumbu penting dalam berbagai masakan Indonesia, mulai dari nasi goreng, sate, hingga ayam kecap.

5. Yangjo-Ganjang, Korea Selatan

Kecap asal Korea Selatan mulai mendominasi daftar TasteAtlas sejak posisi kelima.

Yangjo-Ganjang dibuat melalui fermentasi alami kedelai, gandum, dan air garam. Meski bahan dasarnya mirip dengan kecap China, proses pembuatannya menghasilkan rasa yang berbeda.

6. Gaeryang Ganjang, Korea Selatan

Gaeryang Ganjang merupakan jenis kecap Korea modern yang paling banyak dikonsumsi saat ini.

Kecap ini memiliki rasa lebih manis dan konsisten karena menggunakan kultur mikroba khusus dalam proses pembuatannya.

7. Jin-Ganjang, Korea Selatan

Jin-Ganjang dibuat melalui proses fermentasi yang lebih lama dibandingkan jenis kecap Korea lainnya.

Hasilnya adalah kecap dengan warna lebih gelap, tekstur lebih kental, dan cita rasa umami yang kuat.

8. Jung-Ganjang, Korea Selatan

Korea Selatan dikenal dengan tradisi fermentasi makanan dalam waktu lama, termasuk dalam pembuatan kecap.

Jung-Ganjang memiliki keseimbangan rasa asin dan manis karena melalui proses fermentasi yang panjang.

9. Haet-Ganjang, Korea Selatan

Berbeda dengan Jung-Ganjang, Haet-Ganjang memiliki masa fermentasi yang lebih singkat.

Kecap ini biasanya hanya mengalami proses fermentasi pada tahun pertama setelah dibuat.

10. Guk-Ganjang, Korea Selatan

Guk-Ganjang memiliki tampilan yang mirip dengan Shèng Chóu dari China karena sama-sama berwarna lebih terang.

Namun, cita rasanya berbeda karena kecap tradisional Korea ini hanya dibuat dari kedelai dan air garam.

Biasanya, Guk-Ganjang digunakan untuk memberikan rasa pada sup dan berbagai hidangan berkuah.

Kecap ternyata bukan hanya soal rasa asin atau manis, tetapi juga cerita panjang tentang budaya, tradisi fermentasi, dan sejarah kuliner tiap negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *