Teguh Komitmen, Tiga Cabang Primaya Hospital Raih Pengakuan Internasional dalam Penanganan Stroke

Navaswara.com – Di antara berbagai penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat, stroke masih menempati posisi yang mengkhawatirkan. Penyakit ini tercatat menyebabkan sekitar 11,2 persen kasus kecacatan dan 18,5 persen kematian di Indonesia. Tingginya angka tersebut menunjukkan pentingnya respons medis yang cepat agar pasien memiliki peluang pemulihan yang lebih baik.

Dalam dunia neurologi modern penanganan stroke berpegang pada sebuah prinsip penting yaitu Time is Brain. Prinsip krusial ini berarti setiap menit keterlambatan tindakan medis dapat memicu sekitar 1,9 juta sel saraf otak mati secara permanen. Oleh karena itu kecepatan diagnosis awal serta pemberian terapi menjadi faktor penentu seberapa besar peluang kesembuhan seorang pasien.

Berpegang teguh pada komitmen pelayanan yang selalu berpacu dengan waktu inilah tiga fasilitas kesehatan di bawah naungan Primaya Hospital Group sukses meraih penghargaan WSO Angels Award 2026. Pencapaian manis ini menjadi bukti keseriusan pihak rumah sakit dalam menghadirkan layanan darurat neurologis berkualitas internasional yang mampu diandalkan oleh masyarakat luas di sekitarnya.

Penghargaan prestisius tersebut diberikan kepada Primaya Hospital Bekasi Barat dengan predikat Diamond, Primaya Hospital Depok meraih predikat Platinum, dan Primaya Hospital Bekasi Utara dengan pencapaian Gold. Raihan membanggakan ini melengkapi prestasi Primaya Hospital Bekasi Timur yang telah lebih dahulu menyabet Diamond pada 2025. WSO Angels Award ini diberikan berdasarkan kecepatan identifikasi pasien, kepatuhan tata laksana, hingga perbaikan kualitas secara berkelanjutan.

CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali menyatakan apresiasi berharga ini merupakan hasil nyata kolaborasi erat dari seluruh tim multidisiplin. “Brain & Neuro merupakan salah satu Center of Excellence atau layanan unggulan Primaya Hospital Group, dengan layanan stroke sebagai salah satu fokus utama. Dalam kasus stroke, setiap menit sangat berarti sehingga dibutuhkan respons yang cepat, dan koordinasi yang baik. Pengakuan ini merupakan apresiasi atas dedikasi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Tentunya pencapaian ini juga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar semakin banyak pasien dapat pulih dan kembali hidup secara mandiri,” ungkapnya.

dr. Muhammad Fiarry Fikaris selaku ANGELS Consultant menjelaskan betapa pentingnya penanganan segera pada fase terapi stroke. “Dalam penanganan stroke, waktu sangat menentukan. kesiapan rumah sakit dalam menangani stroke sangat berpengaruh terhadap peluang keselamatan pasien. Karena itu, pengakuan yang diraih sejumlah rumah sakit Primaya menjadi langkah penting dalam memperluas akses layanan stroke yang andal dan terintegrasi,” jelas dr. Fiarry.

Kondisi darurat yang sering terjadi di lapangan turut diceritakan oleh dokter spesialis neurologi dr. Fakhrunnisa. “Salah satu tantangan yang masih sering kami temui adalah pasien yang menunda datang ke rumah sakit karena berbagai alasan, termasuk menunggu anggota keluarga. Padahal, pada stroke setiap menit sangat berarti. Kami juga melihat tren pasien yang semakin muda, bahkan ada yang berusia 37 tahun. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala stroke dan segera mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya.

Untuk menjawab berbagai tantangan keterlambatan penanganan pasien Primaya Hospital mengaplikasikan sebuah inovasi Sistem Code Stroke secara sangat terpadu. Protokol sigap ini memastikan setiap pasien langsung mendapat penanganan kilat sejak tiba di instalasi gawat darurat hingga tahap pemberian terapi awal. Target medis utama mereka adalah pencapaian door-to-needle time dalam durasi kurang dari 60 menit demi menyelamatkan fungsi otak secara optimal.

Alur penanganan cepat ini didukung penuh oleh kehadiran fasilitas neuroimaging mutakhir yang mencakup alat CT Scan, ketersediaan mesin MRI, serta dukungan para ahli medis berpengalaman. Semuanya bersinergi kuat membentuk sebuah tim multidisiplin yang terus bekerja secara berkesinambungan mulai dari tahapan diagnosis, tindakan terapi pengobatan, hingga proses rehabilitasi medik. Seluruh dedikasi panjang ini ditujukan semata agar pasien stroke lekas pulih dan kembali menikmati indahnya kualitas hidup mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *