Navaswara.com – Bagi pencinta sejarah dan traveling, bersiaplah menyambut destinasi wisata edukasi baru di Sumatera Barat. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan berencana mengembangkan Rumah Tan Malaka yang berlokasi di Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, menjadi pusat budaya dan destinasi wisata sejarah nasional.
Rencana besar ini disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat meninjau langsung kediaman tokoh pergerakan nasional tersebut, belum lama ini.
“Kita akan jadikan tempat ini sebagai pusat budaya, wisata sejarah, dan tempat bersejarah yang mengenang Tan Malaka sebagai seorang pejuang nasional Indonesia,” kata Fadli Zon.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari proyek renovasi Rumah Tan Malaka yang sebelumnya sudah dicicil pada Desember 2024 lalu. Pada fase pengembangan berikutnya, fokus utama pemerintah adalah melakukan penataan kawasan luar, pembuatan ruang pameran (showroom), serta merombak interior bangunan termasuk area perpustakaan rumah gadang tersebut.
Tak hanya memperbaiki fisik bangunan, aspek kenyamanan pengunjung juga jadi prioritas. Pemerintah bakal meningkatkan kualitas tata pameran dan sistem pencahayaan (lighting) ruangan. Tujuannya jelas, agar pengunjung bisa mendapatkan pengalaman yang lebih interaktif dan mendalam saat mempelajari rekam jejak sang tokoh.
Namun, Fadli Zon menjelaskan, eksekusi penuh berskala masif baru bisa berjalan setelah status Rumah Tan Malaka resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Terkait pengelolaannya nanti, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal.
“Pengelolaan tetap dapat dilakukan oleh pihak lain, misalnya yayasan. Yang utama adalah seluruh keluarga (Tan Malaka) sepakat dan menyetujui,” jelas Fadli.
Salah satu kendala yang sering ditemui pada destinasi sejarah di daerah adalah akses informasi arah yang minim. Sadar akan hal itu, Fadli Zon langsung menginstruksikan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk segera memasang papan penunjuk arah menuju situs bersejarah ini.
Keberadaan papan petunjuk jalan dan simbol kawasan dinilai sangat krusial. Selain memudahkan wisatawan asing maupun lokal yang baru pertama kali datang, fasilitas ini juga penting untuk memperkuat identitas Rumah Tan Malaka sebagai salah satu cagar budaya penting di Sumatera Barat.
Mengenang ‘Bapak Republik’ yang Menginspirasi Bung Karno
Rumah gadang ini berdiri di kampung halaman asli Ibrahim Dato’ Tan Malaka. Dalam kunjungannya, Fadli Zon kembali mengingatkan publik mengenai betapa besarnya pengaruh pemikiran Tan Malaka bagi kemerdekaan Indonesia.
Ia bahkan menyebut Tan Malaka sebagai salah satu Bapak Republik Indonesia. Alasan di balik julukan ini bukan tanpa dasar; Tan Malaka adalah orang pertama yang menelurkan gagasan tertulis mengenai konsep sebuah republik lewat bukunya yang legendaris, Naar de Republiek, pada tahun 1925, jauh sebelum proklamasi 1945 berkumandang.
“Tan Malaka juga dikenal sebagai seorang pemikir dengan karya-karya penting, seperti Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika) dan Dari Penjara ke Penjara. Perjuangan Tan Malaka sangat dihargai dan dihormati oleh pejuang lain, termasuk Bung Karno,” papar Fadli. Atas jasa besarnya, Tan Malaka pun telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sejak tahun 1963.
Ke depan, pengembangan Rumah Tan Malaka tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat bernostalgia dengan masa lalu, tetapi juga disiapkan menjadi ruang publik edukatif yang hidup bagi para pelajar, peneliti, dan masyarakat umum untuk memetik nilai-nilai nasionalisme langsung dari akarnya.
