Navaswara.com – Sarah Sechan kembali menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial, khususnya bahaya narkoba yang kini mengincar anak-anak. Kali ini, ia terlibat dalam film anak bertema edukasi “MAJU Jejak Pahit si Kembang Gula” yang didukung penuh oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 Agustus 2026.
Dalam film ini, Sarah Sechan memerankan tokoh Ibu Kepala Desa yang memiliki karakter misterius dan tidak mudah ditebak. “Jujur ngeri melihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban,” ungkap Sarah Sechan saat ditemui dalam acara launching film di Jakarta, Senin (15/6). Ia miris melihat peredaran narkoba yang kini menyasar dunia anak-anak.
Bahaya Narkoba dalam Jajanan Anak
Film yang disutradarai oleh Franklin Darmadi ini mengangkat isu genting tentang peredaran narkoba yang menyusup dalam bentuk permen dan jajanan anak-anak. Film ini mengisahkan tentang petualangan empat sahabat yang berusaha mengungkap misteri hilangnya seorang teman. Empat sahabat karib, yaitu Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas, berangkat untuk melakukan survei lokasi kegiatan Jambore bersama guru mereka, Pak Wira. Namun, hilangnya Bagas setelah tiba di desa tertentu membuka misteri jaringan narkoba yang tersembunyi.
Selain Sarah Sechan, film ini juga dibintangi oleh Bukie Mansyur, Unang Bagito, Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J. ED, Aradhana Rahadi, dan Alby Ersani, serta sejumlah pemeran cilik dari Yogyakarta. Rumah produksi PANEN Entertainment (sebelumnya Bluesheep Entertainment & Wokcop Pictures) memproduksi film ini.
Prestasi Internasional dan Dukungan Lembaga
“MAJU Jejak Pahit si Kembang Gula” tidak hanya mendapat apresiasi di Indonesia, tetapi juga mencatat prestasi internasional dengan meraih penghargaan Best Feature Film pada ajang Moscow International Children’s Film Festival. Film ini didukung oleh BNN, Kemenko PMK, dan Lembaga Sensor Film (LSF) sebagai bentuk sinergi pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Berdasarkan data BRIN 2023, sebanyak 3,3 juta jiwa terpapar narkoba di Indonesia. Dari jumlah tersebut, usia 15–25 tahun mencapai 312.000 anak muda atau setara 9,5% dari total.
Film ini menggabungkan unsur misteri, aksi, dan edukasi dengan pesan tentang peran keluarga, pemberdayaan guru, inklusi sosial, pencegahan perundungan, serta pentingnya berpikir kritis. Keterlibatan Sarah Sechan dalam karya ini seakan menjadi ketukan lembut namun tegas bagi para orang tua. Di tengah dinamika pergaulan anak yang kian kompleks, ancaman tak lagi sekadar mengintai dari kejauhan, melainkan bisa menyusup lewat hal-hal terdekat yang tampak manis dan tak terduga. Benteng pertahanan paling kokoh selalu berawal dari rumah. Isu ini perlu dijadikan sebagai refleksi untuk terus merangkul buah hati, membangun komunikasi yang hangat, dan membekali mereka dengan pemahaman kritis agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh serta mawas diri di luar sana.
