Navaswara.com – Di tengah perubahan lanskap industri energi global yang bergerak semakin cepat, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi terpenting bagi perusahaan untuk tetap bertahan dan tumbuh. Dari ruang-ruang kerja hingga program pengembangan talenta, transformasi budaya kerja kini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan modern.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan PT PLN (Persero) yang terus memperkuat sistem human capital guna menghadapi dinamika bisnis global dan percepatan transisi energi. Upaya tersebut mendapat pengakuan internasional dalam ajang HR Tech Asia 2026 yang berlangsung di Singapura.
Dalam forum manajemen sumber daya manusia tingkat Asia tersebut, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, meraih penghargaan Best C-Suite Leader atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi human capital di lingkungan PLN.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor strategis dalam menghadapi tantangan bisnis, mempercepat transisi energi nasional, serta menjaga daya saing perusahaan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
“Saat ini, fungsi human capital di PLN telah berkembang menjadi penggerak utama transformasi perusahaan melalui penguatan budaya kerja, inovasi, dan pengembangan talenta unggul yang siap menghadapi transisi energi guna mewujudkan swasembada energi nasional,” ujar Darmawan.
Menurutnya, keberhasilan transformasi perusahaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan investasi infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas manusia yang menjalankan perubahan tersebut.
Sementara itu, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menilai penghargaan yang diterimanya merupakan refleksi dari konsistensi PLN dalam membangun sistem human capital yang terintegrasi melalui pendekatan people-centric leadership atau kepemimpinan yang berorientasi pada pengembangan manusia.
“Transformasi human capital yang kami jalankan tidak hanya berfokus pada digitalisasi proses kerja, tetapi juga membangun SDM yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif sehingga memperkuat kontribusi perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Yusuf Didi.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PLN juga terus memperluas program capacity building bagi seluruh insan perusahaan. Berbagai program pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, hingga pendampingan studi di dalam maupun luar negeri untuk memperkuat kemampuan teknis dan kepemimpinan pegawai.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat sektor energi saat ini sedang menghadapi perubahan besar, mulai dari percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan, digitalisasi sistem kelistrikan, hingga tuntutan peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat pengembangan talenta dan menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan setiap insan PLN untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat,” tambah Yusuf Didi.
Selain meraih penghargaan Best C-Suite Leader, PLN juga berhasil masuk sebagai finalis kategori Excellence in Workplace Wellness and Wellbeing bersama sejumlah perusahaan dan institusi internasional.
Pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa transformasi yang dijalankan PLN tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga memperhatikan kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas pegawai secara berkelanjutan.
Di tengah upaya pemerintah mendorong swasembada energi dan memperkuat daya saing nasional, investasi pada pengembangan talenta menjadi salah satu modal penting. Penguatan human capital yang dilakukan PLN menunjukkan bahwa transformasi energi tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan teknologi, tetapi juga melalui kualitas manusia yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan memimpin perubahan.
Dengan fondasi SDM yang semakin kuat, PLN optimistis dapat terus menjadi motor penggerak transformasi energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
