Navaswara.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Dadan Hindayana.
Penunjukan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers pada Selasa (2/6).
“Bapak Presiden memutuskan mengangkat Nanik S Dayang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” ujar Prasetyo.
Dengan jabatan baru itu, Nanik kini memegang tanggung jawab besar dalam mengawal salah satu program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi andalan pemerintahan Prabowo dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Sebelum dikenal sebagai pejabat negara, Nanik lebih dulu membangun karier panjang di dunia jurnalistik.
Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu memulai langkah profesionalnya sebagai wartawan di Tabloid Bangkit. Pengalamannya di industri media tidak berhenti pada aktivitas peliputan saja.
Seiring waktu, Nanik menempati berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan media nasional. Berdasarkan Data Pers 2014, ia pernah menjabat sebagai pemimpin umum majalah Femme, direktur utama tabloid Info Kecantikan, hingga komisaris di beberapa media seperti Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.
Karier tersebut membentuk Nanik sebagai figur yang akrab dengan berbagai isu sosial, ekonomi, hingga politik. Pengalamannya sebagai jurnalis juga membuatnya aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan program pengentasan kemiskinan.
Mulai Aktif di Dunia Politik
Nama Nanik mulai menjadi sorotan publik ketika bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Saat itu, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Kedekatannya dengan lingkaran politik Prabowo berlanjut setelah kemenangan pada Pilpres 2024. Dalam pemerintahan Kabinet Merah Putih, Nanik mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024.
Kariernya di pemerintahan terus berkembang. Pada Juni 2025, Nanik ditunjuk sebagai komisaris independen di PT Pertamina (Persero).
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 17 September 2025, ia dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, sekaligus mengakhiri tugasnya di BP Taskin.
Aktif Mengawasi Program Makan Bergizi Gratis
Selama menjabat sebagai wakil kepala BGN, Nanik dikenal aktif turun langsung ke lapangan. Ia kerap melakukan monitoring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, termasuk memastikan standar operasional dapur penyedia makanan berjalan sesuai ketentuan.
Rekam jejak itu menjadi salah satu alasan mengapa dirinya dinilai layak memimpin BGN. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut Nanik memiliki pengalaman yang kuat dalam pengawasan program MBG.
“Bu Nanik ini banyak melakukan kerja-kerja lapangan, melakukan monitoring-monitoring lapangan,” tutur Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Dasco, Nanik juga terlibat dalam penertiban sejumlah dapur MBG yang tidak memenuhi standar operasional. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Ketua Harian Partai Gerindra itu menambahkan, penilaian terhadap kinerja Nanik tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga berdasarkan pemantauan DPR, khususnya Komisi IX yang membidangi program MBG.
Mengemban Tantangan Baru di BGN
Penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN menandai babak baru dalam perjalanan karier profesionalnya. Dari seorang wartawati yang memulai karier di media cetak, ia kini berada di pucuk pimpinan lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Di tengah besarnya ekspektasi publik terhadap program tersebut, pengalaman Nanik di dunia komunikasi, pengentasan kemiskinan, serta pengawasan lapangan menjadi modal penting.
Kini, tantangan besar yang menantinya di BGN adalah menjaga keberlanjutan program sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas di seluruh Indonesia.
