Navaswara.com – Dengan luas sekitar 40.061 hektare, Palembang tak hanya dikenal dengan Sungai Musinya, tapi juga menyimpan jejak sejarah yang sangat panjang. Salah satu destinasi yang menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu adalah Bukit Siguntang. Terletak di Jalan Srijaya Negara, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, bukit kecil ini berdiri di ketinggian sekitar 27 meter di atas permukaan laut.
Sejak abad ke-14, tempat ini sudah dianggap sebagai area yang suci. Dalam sejumlah catatan sejarah Melayu, kawasan ini juga dikaitkan dengan Sang Sapurba yang dipercaya sebagai leluhur raja-raja Melayu.
Saksi Bisu Kejayaan Kerajaan Sriwijaya
Bagi para pencinta wisata sejarah, Bukit Siguntang merupakan destinasi yang wajib dikunjungi karena menjadi saksi bisu Kerajaan Sriwijaya, salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Lokasi ini diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir atau kompleks pemakaman bagi para raja, panglima, dan tokoh penting keturunan Sriwijaya.
Di puncak bukit, kita dapat menemukan beberapa makam yang dikeramatkan, salah satunya adalah makam Radja Segentar Alam yang sosoknya diyakini masyarakat sebagai pembawa kemakmuran. Ada pula makam Puteri Kembang Dadar, Puteri Kembang Selako, serta Panglima Tuan Junjungan.
Selain menjadi tempat pemakaman, bukit ini juga menjadi pusat spiritual agama Buddha pada abad ke-7. Hal tersebut dibuktikan melalui penemuan arca Buddha berukuran besar yang terbuat dari batu granit, serta berbagai pecahan keramik purba di sekitar area bukit.
Fasilitas Pendukung bagi Kenyamanan Pengunjung
Sebagai salah satu peninggalan sejarah, pemerintah daerah telah menata kawasan ini dengan sangat baik guna memastikan kenyamanan para wisatawan yang datang. Fasilitas utama yang dapat dinikmati oleh pengunjung adalah jalur pejalan kaki yang rapi dan dikelilingi taman yang rindang.
Di bagian tengah kawasan ini, terdapat sebuah menara pandang yang memungkinkan kita menikmati pemandangan alam sekitar dari ketinggian. Area bukit juga dilengkapi dengan dinding-dinding relief yang menceritakan berbagai fragmen sejarah penting, mulai dari aktivitas para pendeta Buddha hingga kisah Laksamana Cheng Ho.
Untuk menunjang kenyamanan dasar, pihak pengelola juga menyediakan fasilitas umum seperti area parkir kendaraan yang cukup luas, toilet bersih, serta beberapa tempat duduk untuk beristirahat di bawah pepohonan.
