Ternyata Makan Sambil Nonton YouTube Bikin Cepat Lapar Lagi, Ini Penjelasannya

Navaswara.com – Makan sambil menonton YouTube atau menatap ponsel sudah menjadi kebiasaan baru di era digital. Banyak orang merasa waktu makan belum terasa lebih “hidup” tanpa tontonan menarik di depan mata. Namun di balik kebiasaan yang tampak ringan itu, penelitian menunjukkan ada konsekuensi yang sering tidak disadari, misalnya tubuh jadi kurang peka terhadap rasa kenyang dan otak kehilangan fokus pada proses makan itu sendiri.

Studi dari University of Birmingham yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan fakta menarik: ketika seseorang tidak fokus saat makan, otak gagal menyimpan memori tentang makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, rasa lapar muncul lebih cepat meski perut sebenarnya sudah terisi.

Sejalan dengan itu, ahli dari Harvard Health menyebut, “Tanpa ingatan telah makan, Anda lebih mungkin makan lagi lebih cepat daripada jika Anda makan dengan penuh kesadaran.” Dampaknya, seseorang cenderung ngemil kembali dalam waktu singkat, bahkan setelah makan besar.

1. Lebih Sadar Rasa dan Porsi Makan

Saat perhatian terbagi antara makanan dan layar, otak kesulitan mengenali sinyal kenyang. Kondisi ini membuat kita lebih mudah makan berlebihan tanpa sadar. Dengan mindful eating, seseorang diajak menikmati setiap suapan dengan penuh kesadaran, merasakan tekstur, aroma, dan rasa makanan, sehingga tubuh lebih cepat memberi tanda kapan harus berhenti.

2. Terbukti Menurunkan Risiko Makan Berlebihan

Penelitian kuantitatif pada remaja menunjukkan adanya hubungan negatif antara mindful eating dan kebiasaan makan sambil menonton video. Semakin tinggi kesadaran seseorang saat makan, semakin rendah kecenderungannya untuk mengonsumsi makanan berlebih. Secara fisiologis, makan dengan perhatian penuh membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik karena otak menerima sinyal rasa kenyang tepat waktu.

3. Bantu Atur Emosi dan Mengurangi Stres

Mindful eating menekankan pentingnya hadir sepenuhnya dalam momen makan,bukan hanya mengonsumsi atau memasukkan makanan ke mulut. Dengan fokus pada rasa dan ritme tubuh, proses makan menjadi lebih tenang dan menenangkan. Banyak studi menyebut praktik ini dapat menurunkan stres, mengurangi kebiasaan makan emosional, serta membantu menjaga kestabilan suasana hati.

4. Memperbaiki Hubungan dengan Makanan

Makan sambil menonton video membuat hubungan kita dengan makanan terasa datar dan tergesa. Dengan mindful eating, setiap waktu makan menjadi kesempatan untuk menghargai apa yang masuk ke tubuh dan proses cernanya. Mulai dari mengamati warna makanan, menghirup aromanya, hingga menikmati gigitan pertama dilakukan dengan kesadaran penuh. Sehingga hasilnya bukan hanya kenyang, tapi juga rasa puas yang lebih dalam terhadap makanan.

Makan tanpa distraksi mungkin terasa canggung di awal, terutama bagi yang terbiasa makan sambil menatap layar. Namun begitu perhatian kembali pada makanan, tubuh dan pikiran pun lebih sinkron. Penelitian menunjukkan, mindful eating membantu seseorang lebih peka terhadap sinyal tubuh, mengurangi keinginan makan berlebih, dan menjadikan setiap waktu makan terasa lebih penuh kesadaran. Sebuah cara sederhana untuk membantu tubuh mengenali sinyalnya dengan lebih jernih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *