Navaswara.com – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina, menginisiasi program pemberdayaan ekonomi inklusif bagi pelaku UMKM dan penyandang disabilitas. Inisiatif ini diwujudkan melalui pelatihan membatik yang dipamerkan dalam ajang Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 di Grand City, Surabaya, pada awal Mei.
Membangun Percaya Diri Melalui Karya
Dalam kolaborasi bersama UMKM binaan bernama Zaliva, PGN memberikan panggung bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan bakat seni mereka. Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa program CSR ini dirancang untuk menciptakan ruang kreatif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kelompok rentan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki peluang setara untuk mandiri dan berkembang. Melalui pameran ini, mereka tidak hanya belajar teknis membatik, tapi juga membangun mentalitas percaya diri di depan publik,” ujar Fajriyah dalam keterangan resminya, Rabu (13/5).
Selama pameran, lima remaja dari Rumah Anak Prestasi—yang terdiri dari penyandang tuna rungu, tuna grahita, hingga tuna daksa—tampil memukau pengunjung melalui demonstrasi membatik langsung di stan PGN. Interaksi ini bertujuan menghapus batasan sosial dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghasilkan karya bernilai jual.
Selain fokus pada pemberdayaan disabilitas, PGN juga memperluas jangkauan pasar bagi lima UMKM unggulan yang berasal dari Garut, Padang, Palembang, Tangerang, dan Depok. Kehadiran para pelaku usaha dari berbagai daerah ini mencerminkan strategi keberlanjutan perusahaan dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang berdaya saing. Hingga memasuki tahun 2026, PGN konsisten membina ratusan UMKM dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi utama operasional perusahaan.
Harapan untuk Kemandirian Masa Depan
Zakiyah Fitri, pemilik UMKM Zaliva, menyambut positif dukungan penuh dari PGN. Saat ini, terdapat sekitar 30 anak disabilitas yang rutin mengikuti pelatihan kerajinan tangan di bawah naungannya.
“Dukungan ini sangat bermakna. Anak-anak jadi merasa dihargai saat melihat masyarakat mengapresiasi karya mereka. Ini adalah modal besar untuk kemandirian mereka di masa depan,” pungkas Zakiyah.
Kedepannya, sinergi antara PGN dan Zaliva akan terus ditingkatkan guna memastikan pelatihan ini tidak berhenti pada pameran saja, melainkan menjadi ekosistem ekonomi yang mampu menghidupi para pelakunya secara berkelanjutan.
