Navaswara.com – Dataran Tinggi Dieng dikenal sebagai daerah yang selalu menawaran panorama alam yang memanjakan mata, lengkap dengan udara segarnya. Di balik kesejukannya, wilayah yang terletak di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara ini menyimpan peninggalan sejarah yang sangat penting, yakni Situs Purbakala Dieng.
Warisan sejarah yang satu ini berdiri kokoh dan menjadi kompleks percandian Hindu tertua di Pulau Jawa. Situs Purbakala Dieng merupakan saksi bisu masa keemasan arsitektur pada era Kerajaan Kalingga atau Mataram Kuno yang dibangun sekitar abad ke-7 hingga ke-8 Masehi.
Kompleks Candi nan Megah
Struktur bangunan di kompleks ini mencerminkan transisi pengaruh budaya India yang menyatu dengan kearifan lokal dalam batu-batu andesit yang tersusun rapi. Situs Purbakala Dieng sendiri terdiri dari beberapa kelompok candi yang tersebar di beberapa titik. Salah satu yang paling terkenal adalah Kompleks Candi Arjuna. Area ini menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi karena lokasinya mudah dijangkau dan memiliki susunan candi yang masih cukup utuh.
Selain Candi Arjuna, ada pula Candi Dwarawati yang berada tidak jauh dari kawasan utama. Candi ini memiliki bentuk bangunan khas dengan detail arsitektur Hindu kuno. Ada juga Candi Bima yang dikenal memiliki bentuk paling unik dibanding candi lain di kawasan Dieng. Hal ini karena bagian atapnya menyerupai kuil India dengan ornamen yang menonjol.
Aktivitas Menarik di Situs Purbakala Dieng
Ketika menginjakkan kaki di Situs Purbakala Dieng, kita bisa menikmati berbagai aktivitas menarik. Salah satu kegiatan favorit adalah berjalan-jalan santai mengelilingi kompleks candi sambil menikmati udara pegunungan yang begitu segar. Dengan latar perbukitan yang megah, suasana di kompleks candi terasa sangat tenang dan memanjakan mata.
Selain menikmati wisata sejarah, kita juga bisa menjelajahi destinasi lain di sekitarnya seperti Telaga Warna, Kawah Sikidang, hingga Bukit Sikunir yang terkenal sebagai lokasi terbaik menikmati matahari terbit. Tak hanya itu, kita juga bisa mencicipi kuliner khas Dieng seperti mie ongklok dan carica yang mudah ditemukan di sekitar area wisata.
Akses Menuju Situs Purbakala Dieng
Akses menuju Situs Purbakala Dieng terbilang cukup mudah dijangkau. Wisatawan dari luar daerah biasanya menuju Yogyakarta atau Semarang terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Wonosobo.
Dari Kota Wonosobo, kita bisa memulai perjalanan menuju kawasan Dieng yang memakan waktu sekitar satu hingga dua jam. Jalan menuju lokasi juga sudah beraspal meskipun memiliki banyak tanjakan dan tikungan khas daerah pegunungan.
Perjalanan menuju kawasan ini menawarkan pemandangan alam yang indah berupa perbukitan, kebun kentang, dan hamparan hijau khas pegunungan. Karena suhu di Dieng cukup dingin, disarankan membawa jaket tebal agar tetap nyaman selama berkunjung.

