Navaswara.com – Whitestone Gallery, Tokyo, menghadirkan pameran seni bertajuk “Reconstructing the Everyday” yang menampilkan karya-karya terbaik Ahhi Choi. Berlangsung sejak tanggal 8 Mei hingga 30 Mei 2026, Ahhi Choi menghadirkan sebuah narasi visual tentang pengalaman sehari-hari yang ternyata dapat didekonstruksi dan disusun kembali menjadi bentuk-bentuk abstrak yang penuh makna.
Ahhi Choi mengambil inspirasi dari banyak hal disekitarnya, seperti warna-warna di sekeliling kota, papan iklan, mode pakaian, hingga perubahan langit yang sekilas tampak biasa saja. Dari hal-hal kecil tersebut, sang seniman membangun karya-karyanya dengan pendekatan abstrak yang khas.
Salah satu karya yang sangat menonjol dalam pameran ini adalah “Everyday Structure” yang menjadi representasi kuat dari tema rekonstruksi pada pameran ini. Dalam lukisan ini, Choi menampilkan tumpukan garis-garis presisi yang saling bertautan, menciptakan ilusi bangunan yang seolah-olah terus berkembang.
Melalui karya ini, kita bisa melihat cara Ahhi Choi dalam memandang rumitnya lingkungan yang diciptakan manusia. Garis-garis tersebut bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan simbol dari keterhubungan antara individu dengan ruang yang mereka tempati setiap hari. Ia ingin menyampaikan bahwa setiap struktur bangunan yang kita temui di keseharian memiliki pengaruh psikologis yang membentuk cara kita berpikir dan merasakan dunia di sekitar kita.
Karya kedua yang tak kalah unik adalah “Unconscious Path” yang mengeksplorasi sisi lebih emosional. Karya ini didominasi oleh sapuan kuas yang lebih bebas dan penggunaan warna-warna yang lebih berani. Melalui “Unconscious Path” sang seniman ingin menggambarkan perjalanan pikiran manusia yang seringkali tidak linier dan penuh kejutan di tengah rutinitas yang monoton.
Ahhi Choi memahami pentingnya memberikan ruang bagi ketidaksengajaan, kesalahan, dan intuisi dalam proses pembentukan diri. Choi percaya bahwa keseharian tidak hanya dibangun oleh rencana-rencana yang terukur, tetapi juga berkat momen-momen spontan yang terjadi di alam bawah sadar kita. Melalui visual yang kontras antara ruang kosong dan warna yang dipilih, karya ini menggambarkan keseimbangan antara hal-hal yang bisa dikendalikan dan penyerahan diri pada alur kehidupan yang tak terduga.

