Navaswara.com – Nusa Tenggara Barat tidak hanya memiliki Gunung Tambora yang legendaris atau keindahan Pulau Lombok yang mendunia. Di lepas pantai utara Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Dompu, terdapat sebuah tempat yang menyimpan keindahan sekaligus misteri geologi bernama Pulau Satonda.
Dengan luas daratan sekitar 453 hektare, pulau ini menawarkan perpaduan yang epik antara hijaunya vegetasi tropis dengan birunya perairan Laut Flores yang mengelilinginya. Salah satu keunikan utama yang menjadikan pulau ini mendunia adalah keberadaan sebuah danau air asin di tengah kalderanya.
Keunikan Danau Air Asin di Tengah Pulau
Daya tarik utama Pulau Satonda adalah danau air asin yang berada tepat di tengah pulau. Keberadaan danau ini terbilang cukup langka karena umumnya danau memiliki air yang tawar. Namun, danau yang dikenal dengan nama Danau Motitoi ini justru hadir dengan kadar garam tinggi dan tingkat alkalinitas yang bahkan lebih tinggi dibanding air laut biasa.
Danau Motitoi sendiri dipercaya terbentuk akibat letusan gunung purba ribuan tahun lalu. Kemunculannya kian diperkuat oleh tsunami besar saat letusan Gunung Tambora tahun 1815 yang membawa air laut masuk ke kawah.
Keunikan danau ini pernah diteliti oleh ilmuwan Eropa bernama Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak pada 1984, 1989, dan 1996. Hasil penelitian mereka menyebutkan bahwa Danau Satonda merupakan fenomena geologi langka di dunia.
Surga Snorkeling dan Tradisi yang Dijaga
Tidak hanya terkenal karena danaunya, Pulau Satonda juga memiliki keindahan bawah laut yang memukau. Perairan di sekitar pulau ini dipenuhi terumbu karang alami dengan beragam ikan tropis berwarna-warni.
Oleh karena itu, snorkeling dan diving menjadi salah satu kegiatan paling diminati oleh para wisatawan. Saking jernihnya, kita bahkan bisa menemukan karang-karang yang cantik dan ikan hias seperti clown fish, moorish idol, hingga lionfish tanpa perlu menyelam terlalu jauh.
Selain menawarkan lanskap yang ciamik, Pulau Satonda juga dikenal dengan tradisi menggantung batu di pohon Kalibuda yang berada di sekitar danau. Masyarakat setempat percaya bahwa siapa pun yang menggantungkan batu sambil memanjatkan harapan, maka keinginannya dapat terkabul.
Aksesibilitas dan Waktu Terbaik Berkunjung
Untuk bisa sampai di lokasi ini, wisatawan harus menempuh perjalanan laut sekitar 30 hingga 60 menit dari Pelabuhan Calabai di Kabupaten Dompu atau menggunakan kapal cepat dari Pulau Moyo. Meski waktu tempuhnya cukup lama, tapi sepanjang perjalanan mata kita akan dimanjakan oleh bentang alam yang menakjubkan.
Jika ingin bertandang ke Pulau Satonda, waktu paling ideal untuk berkunjung adalah pada musim kemarau, antara bulan April hingga Oktober, saat cuaca cerah dan ombak laut cenderung tenang. Pada waktu waktu tersebut, air laut tampak lebih biru pekat, jalur pendakian menuju puncak kaldera pun cenderung kering dan tidak licin.
