Tren “Matcha Moment”, Cara Masyarakat Urban Temukan Ketenangan di Tengah Kesibukan

Navaswara.com – Rutinitas sehari-hari yang berjalan cepat membuat banyak orang mulai mencari ruang kecil untuk berhenti sejenak. Dari kebutuhan itulah, matcha hadir bukan lagi sebatas minuman yang ramai diposting di media sosial, melainkan teman jeda di sela aktivitas padat dan derasnya distraksi dunia digital.

Berbeda dengan kopi yang identik dengan energi instan, matcha menawarkan aspek ritual. Menariknya, di era yang menuntut kecepatan, seni menyeduh matcha kini semakin mudah dilakukan sendiri di rumah. Mulai dari bubuk matcha lokal, bamboo whisk, hingga mangkuk keramik handmade, semuanya kini bisa ditemukan dengan mudah melalui platform belanja seperti Shopee.

Matcha kini tak lagi hanya dinikmati dari rasanya, melainkan juga dari momen kecil dan suasana hati yang timbul lewat proses pembuatannya. Karakter rasanya yang jujur, sedikit pahit, earthy, dan tidak terlalu manis justru menjadi daya tarik utama bagi mereka yang mencari keotentikan.

Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, mengungkapkan bahwa kebiasaan ini turut mendorong pertumbuhan brand lokal.

“Menikmati matcha bukan lagi sekadar membeli minuman dari kafe. Kini, proses pembuatannya menjadi aktivitas yang dinikmati generasi muda. Hal ini membuka ruang bagi brand lokal untuk tumbuh, baik itu produsen teh maupun penyedia perangkat ceremonial set. Kami berharap kebutuhan tersebut dapat ditemukan dengan mudah di Shopee,” ujar Adi.

Bagi Anda yang ingin mulai membangun “Matcha Moment” sendiri, berikut beberapa rekomendasi dan tips simpel yang bisa dicoba:

Fokus Pagi dengan Ceremonial Matcha

Sebelum memulai pekerjaan dan menghadapi tumpukan surel, luangkan waktu sejenak untuk menyeduh matcha secara perlahan. Untuk pagi hari, Ceremonial Grade Matcha adalah pilihan tepat karena karakternya yang lebih halus dan nyaman dinikmati tanpa tambahan apa pun.

Prosesnya ringkas dan terasa menenangkan. Bubuk dituangkan ke dalam mangkuk lalu diseduh air hangat dan diaduk dengan bamboo whisk hingga terbentuk busa halus.

Gerakan berulang ini memberi jeda sebelum hari berjalan padat. Beragam perlengkapan dari Homelab, seperti matcha bowl dan chasen holder, membantu menghadirkan suasana ritual teh yang lebih personal di rumah.

Matcha Latte dan Dirty Matcha untuk Mood Siang Hari

Saat fokus mulai menurun di tengah hari, Matcha Latte atau Dirty Matcha bisa menjadi pilihan untuk mengembalikan suasana hati. Anda bisa menggunakan bubuk matcha premium dari Tea Heaven Asia yang memiliki karakter rasa lebih kuat.

Untuk membuat latte yang lembut, padukan matcha dengan oat milk atau fresh milk. Jika butuh asupan kafein lebih, tambahkan satu shot espresso untuk membuat Dirty Matcha. Perpaduan ini sering kali menjadi pilihan praktis untuk menemani waktu kerja di sela tenggat waktu (deadline).

Variasi Segar di Akhir Pekan

Memasuki akhir pekan, eksperimen rasa seperti Strawberry Matcha bisa menjadi opsi yang menyegarkan. Minuman ini memadukan rasa manis stroberi dengan karakter matcha yang tenang.

Gunakan mangkuk keramik dari Matchamu dan pastikan suhu air berada di kisaran 70–80 derajat Celsius agar kualitas rasa dan warnanya tetap terjaga. Setelah diaduk hingga berbusa, campurkan dengan susu dan selai stroberi. Kombinasi ini cocok dinikmati sebagai penutup minggu sambil bersantai di rumah.

Lewat semangkuk matcha hangat atau segelas sajian dingin, setiap orang kini memiliki ruang untuk menciptakan jedanya sendiri. Didukung ekosistem ecommerce, kebiasaan ini pun terasa lebih dekat dan mudah dijalankan oleh siapa saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *