Navaswara.com – Kehadiran para staf lanjut usia yang akrab disapa Oma menjadi nyawa utama saat melangkah masuk ke Uma Oma Heritage. Restoran terbaru dari Uma Oma Group ini baru saja resmi dibuka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dengan menonjolkan peran para lansia sebagai wajah dari keramahan yang personal dan penuh cerita.
Bukan bagian dari operasional semata, kehadiran para Oma merupakan gerakan inklusi untuk memberikan ruang bagi generasi senior agar tetap aktif dan berdaya di lingkungan profesional. Di tengah lanskap kuliner Jakarta yang modern, interaksi tulus dengan para Oma menghadirkan suasana yang mengingatkan pada kehangatan rumah nenek.

Evolusi Pengalaman Bersantap Nusantara
Berangkat dari fondasi yang telah dibangun melalui Uma Oma Cafe di Blok M, Uma Oma Heritage hadir dengan konsep yang lebih matang. Restoran ini merangkai kembali resep-resep autentik dari berbagai pelosok negeri yang dieksplorasi langsung dari dapur-dapur para ibu dan nenek di Nusantara.
“Kami ingin menunjukkan bahwa para Oma juga bisa naik kelas bersama kami. Bukan hanya makanannya yang kami angkat, tetapi juga kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi dalam lingkungan hospitality yang lebih profesional,” ungkap Firhan Salam, Co-Founder Uma Oma Group.
Setiap hidangan disajikan dengan mempertahankan teknik memasak tradisional namun dalam presentasi yang lebih elegan, menciptakan harmoni antara rasa yang familiar dan kenyamanan yang terkurasi.

Cerita di Balik Pelayanan
Pengalaman ini kian hidup dengan adanya elemen Dapur Oma. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan langsung pembuatan kue dan jajanan tradisional, memperkuat hubungan emosional antara proses pembuatan dan rasa yang dihasilkan.
Keistimewaan restoran ini kian terasa melalui narasi hidup dari latar belakang para stafnya. Tamu dapat menjumpai sosok inspiratif seperti Oma Masliah yang bertindak sebagai hostess dengan keramahan yang memastikan setiap pengunjung merasa diterima. Ada pula Oma Juwita yang sebelumnya aktif sebagai pekerja sosial dan kini menyalurkan semangat kepeduliannya dalam melayani tamu, serta Oma Lauren, seorang mantan atlet bulutangkis yang membawa energi dan semangat segar di setiap sudut ruang.
Pengalaman bersantap tersebut menjadi lebih hidup melalui kehadiran elemen Dapur Oma. Di area interaktif ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan berbagai kue dan jajanan tradisional Nusantara. Kehadiran ruang tersebut tidak hanya menonjolkan aspek kuliner, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara proses pembuatan, rasa yang dihasilkan, serta cerita yang mengalir di baliknya.
Visi Pemberdayaan Jangka Panjang
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk lansia diproyeksikan mencapai sekitar 65 juta jiwa pada tahun 2045. Hal ini menjadikan model bisnis inklusif yang dijalankan Uma Oma Group semakin relevan sebagai solusi sosial.
Tak hanya tempat makan, manajemen juga mengembangkan Oma Foundation. Inisiatif ini berfokus pada pelatihan dan pemberdayaan lansia agar mereka memiliki kesempatan untuk tetap mandiri dan dihargai. Dengan demikian, kunjungan ke Uma Oma Heritage bukan hanya tentang menikmati hidangan, melainkan juga merayakan semangat lintas generasi yang penuh ketulusan.
