Navaswara.com – Angka kerugian masyarakat akibat penipuan daring terus membengkak secara signifikan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kerugian sepanjang tahun 2024 hingga 2026 telah menembus angka Rp9,1 triliun. Temuan ini diperkuat oleh catatan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang menerima sekitar 73.000 laporan terkait penipuan dalam transaksi belanja.
Salah satu taktik yang paling marak saat ini adalah modus jasa kirim atau kurir palsu. Para pelaku biasanya mengincar sisi psikologis konsumen yang tengah menanti kiriman barang dengan mengirimkan pesan mendesak. Pesan tersebut umumnya berisi tautan pelacakan palsu atau dokumen resi dengan format berbahaya guna mencuri data pribadi dan finansial korban.
Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Dr. Pratama Persadha, menegaskan bahwa kewaspadaan individu tetap menjadi perlindungan paling utama.
“Saat menerima pesan terkait pengiriman paket, masyarakat sebaiknya tidak langsung panik atau terburu-buru mengikuti instruksi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut melalui aplikasi atau saluran resmi,” ujar Pratama.
Merespons fenomena ini, langkah edukasi yang praktis menjadi sangat krusial bagi ekosistem digital. Salah satu inisiatif yang muncul adalah kampanye SATSET (Sadar, Teliti, Segera Tolak) yang diperkenalkan oleh Lazada sebagai panduan bagi konsumen dalam menghadapi potensi kejahatan siber.
Tiga Langkah Lindungi Diri
Metode SATSET merangkum tiga poin utama untuk menangkal aksi penipu
-
Sadar — Kenali Modusnya
Masyarakat diminta peka terhadap pola komunikasi mencurigakan, terutama permintaan data sensitif seperti KTP, nomor rekening, kode OTP, hingga password. Modus lain yang perlu diwaspadai adalah permintaan pengembalian dana (refund) palsu yang mengarahkan korban melakukan pemindaian QRIS atau transfer ke rekening pribadi.
-
Teliti — Cek di Aplikasi
Jangan mudah percaya pada pesan dari nomor tidak dikenal melalui WhatsApp atau SMS. Status pengiriman barang sebaiknya dicek secara langsung melalui fitur Track Order di dalam aplikasi resmi. Komunikasi dengan penjual pun idealnya hanya dilakukan melalui fitur pesan internal aplikasi demi keamanan.
-
Segera Tolak — Hentikan Penipuan
Tindakan tegas seperti memblokir nomor mencurigakan serta mengabaikan file format APK yang menyamar sebagai foto resi sangat dianjurkan. Konsumen juga harus berani menolak segala bentuk pembayaran di luar sistem platform dan segera melaporkan kendala melalui layanan pelanggan resmi yang tersedia sepanjang waktu.
Head of Customer Experience Lazada Indonesia, Intan Eugenia, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memberi kendali penuh kepada pelanggan atas keamanan transaksi mereka.
“Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah hak mutlak dalam bertransaksi online. Kampanye SATSET kami hadirkan tidak hanya untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat agar memaksimalkan fitur keamanan yang sudah tersedia,” kata Intan.
Selain edukasi, penguatan sistem keamanan siber di tingkat platform terus dilakukan untuk menekan ruang gerak sindikat penipuan. Langkah proaktif ini diharapkan mampu menjaga kepercayaan jangka panjang masyarakat terhadap layanan niaga elektronik di Indonesia. Intan juga menekankan pentingnya menjadi konsumen cerdas melalui komitmen layanan purnajual “Once & Done” demi meminimalkan celah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
