Semangat Kartini Hidup di BKN Lewat Literasi dan Ruang Berbagi

Navaswara.com — Suasana hangat dan penuh makna terasa dalam peringatan Hari Kartini di lingkungan Badan Kepegawaian Negara. Di tengah semangat emansipasi yang terus relevan, buku-buku mulai tersusun rapi di sudut ruang, sementara percakapan hangat mengalir di ruang berbagi. Momentum itu menandai langkah nyata BKN dalam menghadirkan ruang literasi sekaligus ruang empati bagi para pegawai.

BKN melalui Dharma Wanita Persatuan meresmikan program pojok baca dan rumah curhat pada Kamis, 23 April 2026. Inisiatif ini diluncurkan langsung oleh Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh bersama Ketua DWP BKN Ninuk Triyanti Zudan sebagai upaya mendorong budaya literasi sekaligus memperkuat kesehatan mental aparatur sipil negara.

Prof. Zudan menegaskan pentingnya membangun budaya membaca yang berkelanjutan dan pola pikir kolaboratif di lingkungan ASN. Menurutnya, literasi tidak hanya menjadi fondasi pengetahuan, tetapi juga menentukan kualitas solusi yang dihasilkan dalam pekerjaan.

“Cara berpikir kita harus kolaboratif. Apa yang kita baca akan tercermin dalam apa yang kita lakukan. Sebelum mencerdaskan orang lain, kita harus mencerdaskan diri sendiri,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya mendorong minat baca, Prof. Zudan juga membagikan buku karyanya berjudul 365 Hari di Tanah Mandar kepada para peserta. Ia mengajak seluruh ASN untuk terus belajar dari pengalaman, termasuk meneladani semangat Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan pendidikan di tengah keterbatasan.

Program ini tidak hanya berfokus pada literasi, tetapi juga menghadirkan rumah curhat sebagai ruang aman bagi pegawai untuk berbagi pengalaman dan menjaga kesehatan mental. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis dalam membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif dan suportif.

Dalam sesi berbagi inspiratif, Sekretaris Utama BKN Imas Sukmariah menyoroti pentingnya fleksibilitas kerja di era modern, termasuk kebijakan work from home yang dinilai membuka peluang bagi perempuan untuk menyeimbangkan peran profesional dan keluarga.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Hariyadi Wibowo, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus menjadi penggerak ekonomi.

Peluncuran program ini mencerminkan pendekatan BKN dalam membangun kualitas sumber daya manusia tidak hanya dari aspek kompetensi, tetapi juga kesejahteraan psikologis. Dalam konteks yang lebih luas, penguatan literasi dan kesehatan mental ASN menjadi fondasi penting bagi peningkatan kinerja birokrasi serta pelayanan publik yang lebih responsif dan berdaya saing.

Melalui inisiatif ini, semangat Kartini tidak hanya diperingati sebagai simbol sejarah, tetapi dihidupkan kembali dalam praktik nyata yang membentuk budaya kerja yang lebih cerdas, peduli, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *