Navaswara.com – Ribuan perempuan akan kembali memenuhi lintasan lari di Jakarta akhir April ini. AIA Vitality Women’s 10K 2026 digelar pada 26 April di Taman Mini Indonesia Indah dengan pilihan kategori 5K dan 10K.
Memasuki tahun keenam, ajang ini tidak lagi berdiri sebagai event tahunan semata. Penyelenggara membangun ruang yang terasa aman dan ramah bagi perempuan dari berbagai latar belakang untuk mulai bergerak dengan ritme masing-masing.
Program pendukung pun diperluas agar pengalaman berlari terasa lebih dekat. Women’s 10K Coach, Training Season, dan Sunday Run disiapkan untuk membantu peserta memahami tubuhnya sekaligus menjaga konsistensi latihan.
Momentum tahun ini juga bertepatan dengan lima tahun AIA Vitality hadir di Indonesia. Lebih dari 10.000 anggota telah mencatat total jarak berjalan melampaui 30 juta kilometer, diikuti perbaikan pada sejumlah indikator kesehatan.
Laila Munaf menegaskan bahwa Women’s 10K dirancang sebagai ruang yang tidak membuat perempuan merasa terintimidasi. Ia melihat kenaikan peserta hingga 4.000 orang sebagai tanda semakin banyak perempuan berani memulai gaya hidup aktif.
“Kami percaya setiap orang punya pace masing-masing dan itu normal. Yang penting berani mulai,” ujarnya. Ia menambahkan energi kolektif di garis start menjadi dorongan nyata yang sulit digantikan angka.
“Tentu kami sangat senang, karena saat berada di titik start nanti, melihat energi dan kegembiraan dari begitu banyak perempuan adalah sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya. Namun, ia mengingatkan bahwa esensi acara ini jauh melampaui statistik semata, melainkan tentang nilai-nilai yang berhasil ditanamkan kepada para peserta.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem pelari perempuan, Laila menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan program pelatihan yang lebih inklusif dengan kehadiran pelatih perempuan untuk semua kelompok usia. Langkah ini diambil guna memberikan pendampingan yang lebih memahami kebutuhan spesifik perempuan dalam berolahraga.
Dari sisi mitra, Lia Merdekawaty melihat kolaborasi ini sejalan dengan komitmen perusahaan pada keberlanjutan. Ia menekankan peran perempuan sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat.
“Semangat pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus utama kami,” kata Lia. Keterlibatan dalam olahraga dinilai sebagai langkah nyata menuju kualitas hidup yang lebih baik.
Tahun ini, pasangan Dipha Barus dan Vanessa Budihardja-Barus hadir sebagai muse. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya dukungan orang terdekat dalam menjaga konsistensi gaya hidup aktif.
Dipha menyebut dukungan kecil bisa memberi dampak besar bagi seseorang untuk terus bergerak. Vanessa pun mengakui perjalanan olahraga tidak selalu mudah, namun dukungan yang tepat membuatnya tetap bertahan.
“Perjalanan saya dalam berlari dan olahraga tentunya tidak selalu mudah, ada fase capek dan demotivated. Tapi dengan support system yang pas dan fokus pada proses, saya bisa keep on going,” ujar Vanessa
Ajang ini kembali mengingatkan bahwa langkah awal sering kali menjadi bagian tersulit. Saat semakin banyak perempuan berani hadir di garis start, ruang untuk hidup aktif pun terbuka lebih luas.
