Navaswara.com – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan, pentingnya strategi pembangunan yang konsisten dan terarah agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
“Tekanan harga komoditas dan dinamika ekonomi global menuntut kebijakan yang adaptif, namun tetap berlandaskan fundamental yang kuat,” ungkap Suahasil dalam acara TREND: Tutur Economic Dialogue 2026, belum lama ini.
Suahasil menyebut kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif solid. Pertumbuhan ekonomi tercatat di atas 5 persen, dengan inflasi terkendali di kisaran 3 persen.
Selain itu, neraca perdagangan juga mencatat surplus dalam jangka panjang.
“Banyak negara lain iri bisa punya pertumbuhan di atas 5 persen, inflasi di kisaran 3 persen. Surplus dagang kita sudah lebih dari 70 bulan berturut-turut,” ujar Suahasil.
Cadangan devisa, sambungnya, tetap memadai dan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.
Untuk menjaga momentum tersebut, Suahasil memaparkan lima agenda utama pembangunan, yakni sebagai berikut:
- Peningkatan produktivitas SDM
Melalui pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. - Pembangunan infrastruktur
Untuk memperluas akses layanan dasar serta memperkuat ketahanan pangan dan energi. - Reformasi kelembagaan
Menciptakan birokrasi yang efektif dan regulasi yang berdampak nyata. - Kebijakan ekonomi makro yang adaptif
Responsif terhadap dinamika global. - Stabilitas politik dan keamanan
Sebagai fondasi utama pembangunan.
“Konsisten pada lima ini. Dan itu diterjemahkan dalam APBN dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Suahasil menggarisbawahi kredibilitas menjadi kunci utama dalam menjalankan seluruh kebijakan ekonomi.
Menurutnya, kepercayaan terhadap APBN, kebijakan moneter, hingga kebijakan investasi sangat menentukan keberhasilan pembangunan.
“Dengan strategi yang konsisten dan koordinasi yang kuat, pemerintah optimistis Indonesia dapat keluar dari middle income trap dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
