Navaswara.com – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi nasional di tengah dinamika krisis global. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa situasi global saat ini justru menjadi momentum untuk mendorong percepatan berbagai agenda strategis nasional.
Dalam arahan internal kepada jajaran kedeputian kesehatan dan pendidikan di Kemenko PMK pada 23 Maret 2026, Pratikno mengutip arahan Presiden yang disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara. Menurutnya, krisis yang terjadi saat ini mempercepat langkah pemerintah dalam mencapai target besar seperti swasembada pangan dan energi.
Selain itu, perhatian pemerintah juga difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, pemerintah menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar secara optimal agar tidak terjadi learning loss.
Pratikno menyampaikan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas utama. Meskipun sempat dibahas opsi metode hybrid, hasil koordinasi lintas kementerian menunjukkan bahwa pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini, terutama demi menjaga kualitas pendidikan siswa.
Ia menekankan bahwa agenda besar di sektor pendidikan, seperti revitalisasi sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga program Sekolah Unggul Garuda, harus terus dipercepat. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan di seluruh jalur, baik di bawah Kemendikdasmen, Kementerian Agama, maupun Kemendiktisaintek, menjadi prioritas utama pemerintah.
Di sektor kesehatan, layanan medis esensial juga dipastikan tetap berjalan normal dan optimal untuk menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga mendorong percepatan transformasi pemerintahan melalui penguatan sistem digital. Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terus didorong untuk meningkatkan efisiensi birokrasi, kualitas pelayanan publik, serta efektivitas kerja aparatur.
Langkah efisiensi juga dilakukan melalui pengurangan perjalanan dinas yang tidak esensial, optimalisasi rapat secara daring, serta penerapan Flexible Working Arrangement (FWA) secara terukur.
Pratikno menegaskan bahwa seluruh upaya ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.
“Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta dukungan akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien,” ujarnya.
