Navaswara.com – Suasana malam takbiran selalu menghadirkan lonjakan aktivitas di berbagai daerah, dari masjid hingga jalur mudik yang mulai dipadati. Kebutuhan listrik pun meningkat tajam seiring pergerakan masyarakat yang kian intens menjelang Lebaran.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, PLN memastikan pasokan listrik dalam kondisi aman di berbagai objek vital. Pengawasan dilakukan langsung oleh Komisaris Independen PLN Ali Masykur Musa saat meninjau kesiapan di Masjid Raya Baiturrahman, Jawa Tengah.
Ali menilai kebutuhan listrik pada malam takbiran perlu diantisipasi secara maksimal karena menjadi momen penting bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa. Ia menegaskan pasokan harus berada di atas kebutuhan agar aktivitas ibadah dan perayaan berjalan lancar.
“Pasokan listrik harus cukup, bahkan berlebih, untuk menyambut malam takbiran sebagai puncak kemenangan umat Islam setelah sebulan berpuasa,” ujar Ali dalam keterangannya.
PLN juga memperkuat keandalan sistem dengan menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas pengisian kendaraan listrik di jalur strategis. Langkah ini diarahkan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.
Bersama mitra, PLN telah menyediakan 4.769 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum yang tersebar di 3.078 titik di seluruh Indonesia. Fasilitas tersebut mencakup beragam tipe pengisian sesuai kebutuhan pengguna kendaraan listrik di lapangan.
Khusus untuk arus mudik 2026, PLN menyiapkan 1.681 unit SPKLU di 994 lokasi yang berada di jalur utama Sumatera, Jawa, hingga Bali. Infrastruktur ini didukung lebih dari 5.000 personel yang siaga penuh selama 24 jam dalam tiga shift.
“PLN terus meningkatkan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik, khususnya di jalur strategis yang menjadi rute utama masyarakat saat libur panjang,” kata Ali.
Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran mobilitas sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa gangguan selama perayaan. Keandalan listrik juga dinilai penting untuk menjaga kenyamanan layanan publik di berbagai titik keramaian.
PLN melihat momentum Lebaran sebagai periode krusial yang menuntut kesiapan menyeluruh dari sisi pasokan hingga layanan pendukung. Penguatan infrastruktur dan kesiagaan personel diharapkan mampu menjaga stabilitas sistem serta mendukung perjalanan masyarakat secara aman.

